Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gigitan Anjing Bisa Berujung Maut: Waspadai Rabies, Virus Mematikan yang Bikin Takut Air

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:10 WIB
Ilustrasi seorang perempuan terkena gigitan hewan rabies.
Ilustrasi seorang perempuan terkena gigitan hewan rabies.

RADARTUBAN – Meski sudah lama dikenal dan bisa dicegah lewat vaksin, rabies masih menjadi ancaman serius bagi manusia dan hewan di berbagai wilayah Indonesia.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal sangat mematikan karena menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan perilaku ekstrem.

Menyerang Otak, Ubah Korban Seperti Zombie

Menurut drh Icut, dokter hewan yang membahas topik ini dalam podcast PKH Balai Veteriner Lampung, rabies merupakan infeksi virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang.

Penularan utamanya terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Virus ini bisa masuk ke tubuh manusia lewat air liur hewan pembawa rabies.

“Begitu virus masuk dan mencapai otak, gejalanya bisa mengubah perilaku penderita seperti kehilangan kendali — itulah mengapa disebut mirip zombie,” jelas drh Icut.

Gejala Muncul dari Hitungan Hari hingga Setahun

Periode inkubasi rabies sangat bervariasi — mulai dari 5 hari hingga satu tahun, tergantung lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk.

Umumnya, tanda-tanda rabies baru muncul 30–90 hari setelah gigitan, namun semakin cepat jika luka berada di area kepala, leher, atau dada.

Gejala awal yang sering muncul antara lain demam, lemas, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, hingga sakit kepala.

Jika tidak segera ditangani, gejala bisa berkembang menjadi kram otot, sesak napas, halusinasi, bahkan koma.

Hidrofobia, Gejala Paling Mengerikan

Salah satu tanda khas rabies adalah hidrofobia atau ketakutan terhadap air. Hal ini terjadi karena virus menyerang bagian otak yang mengatur fungsi menelan dan bernapas.

Penderita akan mengalami kejang hebat di otot tenggorokan saat mencoba menelan air atau makanan.

Akibatnya, mereka tampak takut terhadap air karena rasa sakit luar biasa yang muncul.

Uniknya, strategi ini justru membantu virus bertahan hidup — karena penderita akan memproduksi lebih banyak air liur dan berpotensi menularkan virus lewat gigitan selanjutnya.

Hewan Juga Mengalami Ketakutan yang Sama

Fenomena hidrofobia tidak hanya terjadi pada manusia. Hewan yang terinfeksi rabies juga menunjukkan perilaku serupa: gelisah, agresif, dan takut air atau makanan.

Oleh karena itu, vaksinasi rutin pada hewan peliharaan menjadi langkah penting untuk mencegah penularan rabies ke manusia.

Pemerintah juga mendorong program vaksinasi massal bagi hewan liar di daerah berisiko tinggi.

Langkah Cepat Saat Digigit Hewan Diduga Rabies

Masyarakat diimbau untuk tidak menunda penanganan medis jika mengalami gigitan dari hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.

Berikut langkah darurat yang disarankan tenaga medis:

  1. Cuci luka gigitan menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit.
  2. Oleskan antiseptik untuk membantu membunuh virus di area luka.
  3. Segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).
  4. Amati hewan penggigit selama 14 hari untuk memastikan status kesehatannya.

Edukasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan

Selain vaksinasi, kesadaran masyarakat juga berperan besar dalam menekan penyebaran rabies.

Program pengendalian hewan liar, edukasi tentang tanda-tanda rabies pada hewan, serta cara menghindari kontak langsung dengan hewan mencurigakan perlu terus digalakkan.

“Rabies bisa dicegah 100 persen dengan vaksinasi. Tapi kalau sudah muncul gejala, peluang hidup hampir nol,” tegas drh Icut.

Rabies bukan sekadar penyakit hewan, tapi ancaman lintas spesies yang masih nyata hingga kini.

Dengan vaksinasi, kebersihan luka, dan kesadaran bersama, penyebaran virus “zombie” ini bisa dihentikan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penyakit menular #Hidrofobia #Hewan Terinfeksi #virus rabies #halusinasi #rabies #gigitan hewan