Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mandi Saat Berkeringat Bisa Sebabkan Panu? Ini Fakta Ilmiahnya!

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:31 WIB
Ilustrasi kulit panu.
Ilustrasi kulit panu.

RADARTUBAN — Panu adalah infeksi jamur pada kulit yang cukup umum terjadi.

Penyebabnya adalah jamur Malassezia, yang sebenarnya hidup secara alami di permukaan kulit manusia.

Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat kulit terlalu lembap atau produksi minyak berlebih, jamur ini bisa tumbuh berlebihan dan memicu munculnya panu.

Dalam dunia medis, panu dikenal dengan nama pityriasis versicolor atau tinea versicolor.

Meski bukan penyakit menular atau berbahaya, panu tetap bisa membuat seseorang merasa risih.

Sebab, bercak yang muncul di kulit akibat panu sering kali berbeda warna dari kulit sekitarnya, ada yang lebih terang, ada pula yang lebih gelap.

Perubahan warna ini bisa cukup mencolok, apalagi kalau muncul di area yang terlihat, sehingga kerap menurunkan rasa percaya diri.

Menurut Alodokter, panu biasanya muncul dalam bentuk bercak di kulit yang cukup mudah dikenali.

Warnanya bisa lebih terang atau lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya, sehingga sering terlihat mencolok.

Bercak ini paling sering muncul di area tubuh seperti punggung, leher, ketiak, dada, atau dahi, tempat-tempat yang cenderung lembap dan mudah berkeringat.

Selain munculnya bercak, panu juga sering menimbulkan rasa gatal.

Gatalnya bisa semakin parah saat digaruk atau ketika tubuh berkeringat.

Jika disentuh, bagian kulit yang terkena panu biasanya terasa agak kering dan sedikit bersisik, mirip kulit yang mengelupas halus.

Penyebab utama panu adalah pertumbuhan jamur Malassezia yang terlalu banyak di kulit.

Jamur ini sebenarnya normal ada di kulit, tetapi ketika jumlahnya berlebihan, dapat menimbulkan gangguan.

Menurut Halodoc, ada beberapa hal yang dapat memicu panu semakin parah, seperti cuaca panas dan lembap, tubuh yang sering berkeringat, kulit berminyak, serta kebersihan kulit yang kurang terjaga.

Selain faktor lingkungan, perubahan hormon dan kondisi tubuh yang sedang kurang fit bisa menjadi pemicu jamur penyebab panu tumbuh lebih cepat.

Tubuh yang lemah atau tidak seimbang secara hormonal membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi.

Anggapan bahwa mandi saat berkeringat bisa menyebabkan panu adalah keliru, ya.

Panu bukan muncul karena kebiasaan mandi, melainkan karena infeksi jamur di kulit.

Justru, membiarkan keringat menempel terlalu lama tanpa dibersihkan bisa menjadi “lahan subur” untuk jamur tumbuh.

Meski mandi penting untuk menjaga kebersihan, sebaiknya hindari mandi ketika tubuh masih berkeringat deras.

Saat suhu tubuh masih tinggi dan pori-pori terbuka lebar, air dingin dapat menyebabkan pori-pori menutup tiba-tiba sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada kulit.

Perawatan Mandiri jika Terkena Panu

Sebelum buru-buru ke dokter, kamu bisa mencoba perawatan mandiri di rumah untuk mengatasi panu.

Langkah pertama, rutinlah membersihkan area kulit yang terkena panu dengan sabun antijamur.

Setelah itu, hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.

Pakaian yang menempel erat di kulit bisa membuat area tersebut menjadi lembap dan justru memperparah infeksi jamur.

Setelah mandi atau olahraga, pastikan tubuh benar-benar kering sebelum berpakaian karena jamur sangat menyukai kondisi lembap.

Terakhir, kamu bisa beli krim antijamur di apotek terdekat untuk membantu mengatasi panu. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#jamur #gatal #berminyak #dokter #Lembap #kulit #sabun #mandi #berkeringat #kering #infeksi #warna #pori-pori #panu