Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali 9 Tanda Tubuh Mengalami Stres Kronis yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Kamu Sudah Mengalaminya Tanpa Sadar

M Robit Bilhaq • Minggu, 26 Oktober 2025 | 01:10 WIB
ilustrasi seseorang yang mengalami stress kronis
ilustrasi seseorang yang mengalami stress kronis

RADARTUBAN - Setiap orang pastinya pernah mengalamai Stres.

Stres bukan hanya disebabkan oleh satu faktor saja melainkan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres, termasuk tekanan di tempat kerja, rasa putus asa, kemarahan, dan kecemasan.

Umumnya, tanda-tanda yang muncul akibat stres dapat bervariasi dari individu ke individu, tergantung pada sumber stres dan ketahanan masing-masing.

Namun, ada juga gejala gejala yang seringkali muncul jika tubuh megalai stres.

Banyak orang mungkin sudah mengerti arti dari stres, namun mungkin istilah stres berlebihan belum familiar sebagian orang.

Menurut American Psychological Association, stres merujuk pada reaksi fisik dan emosional terhadap pemicu stres.

Jika kondisi tubuh mengalami stres maka bisa menimbulkan gejala fisik seperti detak jantung yang cepat dan sifat mudah tersinggung.

Dalam kehidupan tidak ada cara untuk menghindari stres sepenuhnya, sebab stres adalah bagian yang wajar dari pengalaman manusia.

Meskipun stres berlebihan mungkin jarang dibahas, Anda dapat mengartikannya sebagai stres yang bersifat kronis. American Psychological Association menjelaskan stres kronis sebagai reaksi fisik dan emosional yang disebabkan oleh pengalaman situasi stres yang berlangsung terus-menerus.

Berikut ini beberapa gejala umum dari stres berlebihan yang dirangkum dari Very Well Health.

1. Gangguan pola tidur

Sebagian orang bisa menghadapi kesulitan tidur ketika mengalami stres yang berat.

Namun, stres yang berlebihan dapat menyebabkan insomnia yang serius, yang artinya Anda tidak mampu mendapatkan tidur berkualitas yang diperlukan secara konsisten.

Studi menunjukkan bahwa perempuan, individu dengan sejarah insomnia dalam keluarganya, serta mereka yang terpapar stres lingkungan berat adalah yang paling rentan terhadap gangguan tidur akibat insomnia.

2. Kecemasan yang berkepanjangan atau mudah marah

Ada bukti kuat bahwa stres berkaitan erat dengan perasaan cemas. Stres yang berlebihan dapat memperburuk kondisi cemas dan menimbulkan efek samping lainnya, salah satunya adalah kurang tidur.

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan tingkat kecemasan yang juga dapat muncul sebagai kemudahan untuk merasa marah.

3. Sering mengalami sakit kepala

Kelebihan stres dapat muncul sebagai masalah fisik, salah satunya adalah sakit kepala.

Sayangnya, individu yang rentan terhadap migrain mungkin sudah menyadari bahwa stres bisa jadi pemicu serangan migrain yang lebih parah.

4. Gangguan pencernaan

Stres memiliki hubungan erat dengan terganggunya sistem pencernaan. Ketidakseimbangan usus bisa menyebabkan masalah seperti sindrom usus besar yang mudah teriritasi.

Jika Anda mengalami lebih banyak gangguan pencernaan dibandingkan biasanya, seperti kesulitan buang air besar, kram perut, perubahan dalam nafsu makan, atau merasa mual, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

5. Peningkatan detak jantung

Jika Anda pernah menghadapi stres yang berat, kemungkinan Anda merasakan jantung berdebar.

Namun, apakah Anda menyadari bahwa detak jantung Anda sebenarnya tidak meningkat secara signifikan?

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa saat stres berlebihan, Anda mungkin merasakan jantung Anda berdebar-debar, padahal detak jantung Anda tetap dalam batas normal.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak ilusi yang diciptakan oleh pikiran Anda ketika berada dalam keadaan stres yang tinggi.


6. Masalah kulit seperti jerawat

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh akibat stres yang berlebihan dapat memicu timbulnya jerawat, yang pada gilirannya menciptakan lebih banyak tekanan dan memperparah isu kulit.

Saran untuk mengatasi jerawat yang disebabkan oleh stres berlebih adalah dengan mencari bantuan dari dokter kulit serta tenaga kesehatan mental.

7. Sistem kekebalan tubuh yang melemah

Ketika hujan turun deras, kadang-kadang Anda mengeluhkan tenggorokan gatal setiap kali tingkat stres Anda meningkat.

Atau, Anda mungkin terjangkit penyakit serius saat kehidupan memberi Anda tantangan besar. Ada sebuah alasan di balik itu.

Stres berpengaruh negatif pada sistem kekebalan Anda, membuat Anda lebih mudah terinfeksi berbagai penyakit umum.

Secara simbolis, ini bisa diartikan sebagai sinyal dari tubuh Anda untuk mengambil langkah lebih lambat di tengah tekanan yang berlebihan.

8. Nyeri kronis

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antara 20 hingga 30 persen orang dewasa mengalami nyeri kronis.

Persentase ini mendekati seperempat hingga sepertiga dari populasi yang berjuang dengan ketidaknyamanan fisik terus-menerus.

Dengan berkembangnya studi tentang hal ini, terungkap bahwa stres serta kondisi seperti depresi dan gangguan stres pascatrauma dapat berkontribusi terhadap tingginya angka nyeri kronis.

9. Penurunan gairah seksual

Stres yang berlebihan dapat merusak hubungan baik itu secara platonis, profesional, maupun romantis.

Saat Anda berada dalam keadaan stres, tubuh akan melepaskan hormon yang terkait dengan stres terutama hormon kortisol dan epinefrin.

Namun hal tersebut adalah respons tubuh yang normal, namun, untuk memproduksi hormon stres tambahan secara teratur, tubuh harus menarik sumber daya dari tempat lain.

Hal tersebut menyebabkan tubuh akan mengurangi produksi hormon seksual demi meningkatkan kadar hormon stres, mengakibatkan berkurangnya gairah seksual. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penurunan imun #stres #gangguan tidur #stres kronis