Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Studi BRIN: Begonia multangula Blume, Solusi Alami Atasi Bau Mulut dan Periodontitis

M Robit Bilhaq • Senin, 27 Oktober 2025 | 14:10 WIB

sumber : istockphoto, foto tanaman hagonia atau masyarakat sunda biasa menyebutnya hariang hejo

Begonia multangula Blume diuji di BRIN, menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri alami untuk rongga mulut.
Begonia multangula Blume diuji di BRIN, menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri alami untuk rongga mulut.

RADARTUBAN - Seorang Peneliti Muda di Pusat Penelitian Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Efendi, beserta timnya, telah melakukan studi mendalam tentang sifat antibakteri dari ekstrak tangkai dan daun Begonia multangula Blume.

Penelitian yang dilakukan tersebut fokus pada kemampuannya untuk melawan Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis), bakteri utama yang bertanggung jawab atas bau mulut dan penyakit periodontitis.

Studi ini terinspirasi oleh rasa asam alami tanaman begonia serta kandungan fitokimianya yang banyak terkandung didalamnya, ditambah dengan ketersediaannya yang berlimpah di daerah pegunungan Jawa Barat.

Di Indonesia, penyakit periodontal mempengaruhi hingga 60 persen populasi, menjadikannya masalah kesehatan gigi terbesar kedua setelah karies.

Penyakit tersebut sering kali disebabkan oleh akumulasi plak dan bakteri, salah satu jenis yang paling dominan adalah.

P. gingivalis adalah jenis bakteri anaerob gram negatif yang hidup di rongga mulut dan berkontribusi pada perkembangan periodontitis.

Yaitu inflamasi yang merusak jaringan pendukung gigi dan bisa berakhir dengan kehilangan gigi.

Bakteri ini menghasilkan gas berbau yang dikenal sebagai volatile sulphur compounds (VSC), yang menjadi sumber utama bau mulut jika konsentrasinya berlebihan.

Efendi menjelaskan bahwa dalam lingkungan mulut yang basa VSC terbentuk lebih cepat, sedangkan kondisi asam dapat menghambat proses tersebut.

banyak orang bergantung pada pasta gigi atau permen untuk mengatasi bau mulut.

Namun Begonia multangula Blume menawarkan alternatif alami yang efektif oleh masyarakat Sunda tanaman ini biasa dikenal dengan nama 'hariang hejo', hariang hejo biasa digunakan untuk pengganti asam.

Spesies endemik ini terancam punah karena habitatnya yang terbatas, tersebar dari Sumatra hingga kepulauan Sunda Kecil, terutama di pegunungan.

Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian satu meter, dengan batang berbulu berwarna merah atau hijau tua, daun bergelombang dan runcing hingga 30 cm, serta buah berry.

Hariang hejo memiliki empat benang sari jantan putih berbulu dan lima betina putih, dan dapat diperbanyak melalui stek atau biji.

Penelitian dilakukan dengan ekstraksi segar dan maserasi untuk membandingkan potensi berdasarkan pelarut.

Ekstrak segar digunakan untuk menjaga fitokimia yang sensitif terhadap panas.

Analisis fitokimia yang dilakukan menjelaskan bahwa kandungan senyawa seperti fenol, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, saponin, tanin, serta asam lemak seperti ethyl palmitate dan palmitic acid.

Senyawa ini bekerja sebagai agen antibakteri yang cara kerjanya yaitu saponin merusak protein dan enzim dengan melintasi dinding sel.

Menyebabkan kebocoran sitoplasma, fenol menghentikan enzim dan merusak membran, mengakibatkan lisis, terpenoid mengganggu nutrisi melalui porin, flavonoid menghancurkan dinding sel dan mendenaturasi enzim, tanin menonaktifkan enzim dan merusak DNA.

Selanjutnya, yang terakhir alkaloid menyebabkan mutasi genetik melalui interaksi dengan DNA.

Hasilnya dari percobaan yang dilakukan menjelaskan bahwa ekstrak etanol dari tangkai memiliki aktivitas antibakteri tertinggi, bersifat bakterisida dengan zona transparan di sekitar kertas cakram, sementara ekstrak aquades daun paling rendah.

Efendi berharap dengan percobaan yang dilakukanya tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi permen atau bahkan menjadi pasta gigi, meskipun bahan baku yang tergolong cukup langka.

Penelitian lanjutan dan kerja sama dengan mitra diperlukan untuk memanfaatkan potensi Begonia multangula secara optimal, karena setiap kontribusi kecil dapat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#BRIN #periodontitis #peneliti #mulut #bau