RADARTUBAN – Indonesia saat ini tengah memasuki periode cuaca ekstrem, dengan curah hujan tinggi, suhu panas menyengat, hingga potensi banjir dan kekeringan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, leptospirosis, hingga diare dan tifus.
Jaga Imun Tubuh dengan Pola Makan Seimbang
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Faisal Parlindungan, M.Ked(PD), Sp.PD,K-R, menegaskan pentingnya menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit selama cuaca ekstrem.
“Cara terbaik untuk menjaga imun adalah dengan makan makanan bergizi seimbang dan menambah suplemen bila diperlukan,” ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk rutin mengonsumsi sayur, buah, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian, karena kandungan gizinya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Asupan Vitamin C dan D Sangat Penting
Faisal menjelaskan, vitamin C berperan besar dalam menjaga imunitas tubuh.
Vitamin ini dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, jambu, stroberi, mangga, nanas, dan tomat, serta sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan bayam.
Sementara itu, vitamin D berfungsi membantu mencegah peradangan, memperkuat tulang, dan menjaga daya tahan tubuh.
Sumber vitamin D alami bisa diperoleh dari ikan salmon, ikan tuna, susu sapi, susu kedelai, jamur, dan buah jeruk.
Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
Selain menjaga pola makan, Faisal mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh. “Hidrasi yang baik membantu sistem imun bekerja optimal dan menjaga fungsi organ,” jelasnya.
Kebutuhan cairan harian bagi orang dewasa, kata Faisal, adalah 30–35 mililiter per kilogram berat badan.
Artinya, seseorang dengan berat 60 kilogram membutuhkan sekitar 1,8–2,1 liter air per hari agar tubuh tetap terhidrasi.
Tidur Cukup dan Istirahat Teratur
Tidak hanya dari makanan dan minuman, istirahat yang cukup juga berpengaruh langsung terhadap kekebalan tubuh.
Faisal menyarankan agar masyarakat tidur selama 7–8 jam setiap malam untuk memberi kesempatan tubuh memulihkan energi dan memperkuat daya tahan.
“Kurang tidur bisa menurunkan imunitas dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi,” tambahnya.
BMKG Ingatkan Cuaca Tak Menentu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa Indonesia kini tengah memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Pada periode ini, potensi hujan deras disertai angin kencang meningkat di banyak wilayah.
Karenanya, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah utama agar tubuh tetap bugar dan pikiran tetap waras di tengah perubahan cuaca yang tak menentu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni