Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fokus ke Kulit Kepala, dr. Kardiana Ungkap Kunci Atasi Rambut Rontok dan Penuaan

Imanda Najwa Kirana Dewi • Sabtu, 8 November 2025 | 23:57 WIB
Rambut rontok terjadi akibat akar dan kulit kepala yang tidak sehat.
Rambut rontok terjadi akibat akar dan kulit kepala yang tidak sehat.

RADARTUBAN – Rambut rontok dan tanda-tanda penuaan (aging) sering kali dianggap sebagai masalah kosmetik semata.

Padahal, di balik kerontokan rambut dan munculnya garis halus di wajah, ada faktor kesehatan kulit kepala yang berperan besar—dan sering kali diabaikan.

Hal ini mengemuka dalam obrolan ringan namun sarat wawasan antara komedian dan penulis Raditya Dika, istrinya Anissa Aziza, serta dr. Kardiana Dewi, Sp.DV.E (Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika) di kanal YouTube Raditya Dika.

Dalam diskusi tersebut, dr. Kardiana menekankan bahwa sebagian besar orang masih salah fokus dalam merawat rambut.

Mereka cenderung memperhatikan batang rambut, padahal akar permasalahan justru berada di kulit kepala (scalp)—tempat rambut tumbuh dan mendapat nutrisi.

“Kalau kulit kepalanya tidak sehat, batang rambut sekuat apa pun akan mudah rapuh. Rambut rontok itu bukan karena rambutnya yang lemah, tapi karena akarnya tidak bahagia,” jelas dr. Kardiana tegas.

Menurutnya, perawatan rambut yang efektif seharusnya berorientasi pada kesehatan kulit kepala, bukan sekadar memperbaiki tampilan luar dengan produk pelicin atau pewangi.

Perubahan Profesi dan Paradigma Baru Perawatan Kulit

Dalam kesempatan itu, dr. Kardiana juga menjelaskan perubahan nomenklatur profesi dokter kulit dari Sp.KK (Spesialis Kulit dan Kelamin) menjadi Sp.DV.E (Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika).

“Perubahan ini bukan sekadar formalitas,” katanya.

“Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa dokter kulit tidak hanya menangani penyakit kulit dan kelamin, tetapi juga aspek estetika secara menyeluruh—dari ujung kepala hingga ujung kuku.”

Dengan demikian, dokter kulit kini diakui sebagai ahli yang menangani kesehatan kulit, rambut, dan penampilan secara holistik berbasis ilmu dermatologi.

Cerita Anissa Aziza: Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Anissa Aziza turut membagikan pengalamannya menghadapi kerontokan parah setelah melahirkan dan selama masa menyusui.

Rambut rontok dalam jumlah banyak hampir setiap hari membuatnya khawatir.

Menanggapi hal itu, dr. Kardiana menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu fase rontok rambut akibat perubahan hormonal pasca-persalinan.

“Kerontokan pasca melahirkan itu wajar. Biasanya berhenti dalam 3–6 bulan. Tapi kalau lebih lama atau sampai muncul pitak, baru perlu pemeriksaan medis,” ujarnya.

Ia juga meluruskan berbagai mitos perawatan rambut yang masih beredar di masyarakat, salah satunya tentang bawang mentah yang disebut bisa menumbuhkan rambut.

“Secara medis, itu tidak efektif. Justru bisa menyebabkan iritasi karena sifatnya keras,” tegasnya.

Merawat Rambut dengan Pendekatan Skincare for Scalp

dr. Kardiana memperkenalkan konsep skincare for scalp—yaitu memperlakukan kulit kepala layaknya kulit wajah.

Perawatan modern kini berfokus pada keseimbangan nutrisi kulit kepala, bukan hanya memperindah rambut di permukaan.

Beberapa bahan aktif yang direkomendasikan antara lain:

Anissa pun mengaku kini mulai beralih ke produk yang berfokus pada kesehatan kulit kepala, bukan hanya efek lembut atau wangi sesaat di rambut.

Rahasia Menjadi Tua dengan Anggun

Di akhir perbincangan, Raditya Dika menanyakan tips agar dapat menua dengan anggun (aging gracefully).

dr. Kardiana mengibaratkan tubuh manusia seperti rumah—semakin tua, semakin membutuhkan perawatan rutin.

Ia menyebut tiga pilar utama untuk memperlambat penuaan alami:

  1. Gunakan pelembap dan sunscreen setiap hari.
    Pelembap menjaga elastisitas kulit, sementara tabir surya melindungi dari sinar UV yang mempercepat penuaan.
  2. Terapkan gaya hidup sehat dan konsumsi makanan bernutrisi.
    Perbanyak buah berwarna, minum air cukup, dan tidur teratur untuk membantu regenerasi kulit dan rambut.
  3. Kendalikan konsumsi gula dan stres.
    “Gula adalah mediator inflamasi yang mempercepat kerusakan kolagen dan penuaan kulit,” tegasnya.

Cantik dan Sehat, dari Kulit Kepala hingga Kulit Wajah

Obrolan santai ini menegaskan pesan penting: rambut dan kulit kepala adalah satu kesatuan.

Menjaga rambut berarti juga merawat kulit kepala dari dalam—melalui nutrisi, produk yang tepat, dan kebiasaan hidup sehat.

Menutup pembicaraan, dr. Kardiana menyampaikan kalimat reflektif yang menjadi inti seluruh diskusi:

“Cantik dan sehat bukan tentang menutupi kekurangan, tapi tentang memahami apa yang dibutuhkan tubuh kita—dari kulit kepala hingga kulit wajah.” (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kulit kepala #rambut rontok #kerontokan rambut #penuaan #gaya hidup sehat