RADARTUBAN - Posisi tidur tengkurap, yaitu posisi tidur dengan perut menghadap ke bawah dan kepala menghadap ke samping, banyak dipilih oleh sebagian orang karena dianggap nyaman.
Namun, belakangan muncul kekhawatiran di media sosial bahwa tidur tengkurap dapat merusak kinerja otak secara perlahan.
Dikutip dari sumber kompas, dr Santi, Spesialis Manajemen Kesehatan di Corporate HR Kompas Gramedia, menjelaskan bahwa tidur memang memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh termasuk otak, karena aktivitas tidur mempengaruhi fungsi otak, suasana hati, pencernaan, dan sistem imun.
Namun, posisi tidur yang tidak ergonomis, seperti tidur tengkurap, memang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan tertentu.
Menurut Dr. Santi, posisi tidur tengkurap bisa mengganggu aliran darah dan sirkulasi saraf, terutama di area kepala dan leher.
Posisi ini memaksa leher untuk berputar ke satu sisi dalam waktu lama sehingga bisa menekan saraf servikal, yang berisiko menimbulkan rasa sakit, kesemutan, dan gangguan aliran saraf ke pendinginan.
Lebih lanjutnya, tidur tengkurap juga dapat menghambat sirkulasi oksigen ke otak, terutama pada individu dengan masalah pernapasan, sehingga menimbulkan oksigenasi yang buruk pada otak.
Namun, ini bukan berarti otak “rusak secara perlahan” secara langsung, melainkan lebih pada potensi gangguan fungsi jika kebiasaan ini terus berlangsung tanpa pencerahan.
Selain itu, posisi tengkurap memberi tekanan pada dada yang dapat menghambat pernapasan, membuat proses oksigen masuk ke dalam paru-paru menjadi kurang efisien.
Hal ini bisa menyebabkan rasa sesak dan nyeri pada dada, terutama bagi penderita sleep apnea atau masalah pernapasan lainnya.
Tekanan yang terus-menerus juga dapat mengaktifkan fungsi pernapasan dan peredaran darah yang diperlukan oleh otak.
Saat tidur tengkurap membuat kepala dan tulang belakang tidak sejajar, menimbulkan ketegangan saraf di leher dan punggung.
Ini dapat mengirimkan keluhan nyeri leher dan potensi gangguan saraf.
Posisi ini juga berisiko menimbulkan gangguan pernapasan dan menghalangi aliran darah ke pusat saraf otak, yang bila dibiarkan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang menjadi lebih lambat.
Namun demikian, tidak semua ahli mengatakan posisi ini sepenuhnya berbahaya.
Tidur tengkurap bisa mengurangi mendengkur dan sleep apnea pada beberapa orang, tapi efek samping jangka panjang dari posisi ini harus diwaspadai terutama terkait tekanan fisik pada otot, saraf, dan aliran darah ke otak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni