Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Sekadar DBD, Gigitan Nyamuk Bisa Mengubah Hidup dengan Penyakit Kaki Gajah

Alifah Nurlias Tanti • Senin, 17 November 2025 | 19:06 WIB
Ilustrasi nyamuk menggigit seseorang dan menularkan berbagai penyakit.
Ilustrasi nyamuk menggigit seseorang dan menularkan berbagai penyakit.

RADARTUBAN - Kita sering mendengar tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau chikungunya yang ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Namun tahukah kamu, ada satu penyakit lain yang tak kalah berbahaya?

Namanya filariasis limfatik, atau lebih dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Penyakit ini bukan hanya menyerang tubuh, tapi juga meninggalkan luka mendalam pada psikologis penderitanya.

Berbeda dengan DBD yang biasanya menunjukkan gejala dalam hitungan hari, penyakit kaki gajah justru berkembang perlahan.

Awalnya mungkin tak terasa, tetapi lama-kelamaan dapat menimbulkan perubahan fisik permanen yang mengubah hidup penderitanya selamanya.

Filariasis limfatik ditandai dengan pembengkakan ekstrem pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki dan tungkai.

Kondisi ini terjadi karena cairan limfatik tidak bisa mengalir dengan normal akibat kerusakan sistem limfatik tubuh.

Istilah “kaki gajah” muncul dari penampilan khas penderitanya: kaki yang membengkak sangat besar dengan kulit menebal, menyerupai kaki gajah.

Kondisi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan akibat infeksi parasit yang berlangsung lama tanpa penanganan yang tepat.

Penyakit ini berawal dari infeksi parasit berupa cacing gelang mikroskopis yang masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk.

Meski tak terlihat dengan mata telanjang, di bawah mikroskop cacing halus ini tampak seperti benang halus yang hidup di dalam sistem limfatik manusia.

Ketiga jenis cacing penyebab filariasis memiliki siklus hidup yang hampir sama dan semuanya ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Saat nyamuk menggigit manusia, larva parasit masuk ke aliran darah, kemudian bermigrasi ke sistem limfatik.

Di sana, mereka tumbuh menjadi cacing dewasa dan dapat bertahan bertahun-tahun.

Selama itu, parasit terus berkembang biak dan perlahan merusak sistem limfatik.

Gejala filariasis dapat bervariasi.

Sekitar dua dari tiga orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala berat.

Namun infeksi tetap dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya lebih rentan terhadap penyakit lain.

Baca Juga: Jangan Remehkan Nyeri Perut Kanan Bawah! dr. Regina Esterlina, Sp.B Ingatkan Risiko Radang Usus Buntu Akut

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

 

Peradangan

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bekerja keras melawan infeksi parasit.

Peradangan dapat muncul di berbagai bagian tubuh yang terinfeksi.

Limfedema

 

Limfedema merupakan penumpukan cairan dalam sistem limfatik akibat kerusakan pembuluh limfa.

Cairan yang seharusnya mengalir bebas menjadi terhambat, sehingga muncul pembengkakan yang makin parah jika tidak ditangani.

Hidrokel

Pada pria, infeksi filariasis dapat menyebabkan pembengkakan pada skrotum.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan fungsi reproduksi.

Edema

Edema akibat kaki gajah bisa muncul di seluruh tubuh, membuat gerakan terasa berat dan aktivitas terganggu.

Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti yang dijelaskan oleh Hello Sehat. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#larva #reproduksi #demam berdarah dengue #Limfatik #gejala #Perubahan Fisik #pembengkakan #kaki gajah #Kekebalan Tubuh #filariasis #infeksi #cacing gelang