RADARTUBAN – Pola makan memegang peran besar dalam mengendalikan kadar asam urat di dalam tubuh.
Konsumsi makanan tertentu dapat memicu peningkatan kadar asam urat, yang kemudian membentuk kristal tajam di persendian dan menimbulkan nyeri hebat yang datang tiba-tiba.
Asam urat merupakan salah satu bentuk artritis yang terjadi ketika kadar uric acid dalam darah terlalu tinggi.
Menurut laman Kidney, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan serangan nyeri pada sendi-sendi kecil, terutama jari kaki, pergelangan kaki, hingga pergelangan tangan.
Untuk mencegah kekambuhan, penderita perlu menerapkan pola makan sehat sekaligus menjaga kesehatan ginjal—organ yang bertugas menyaring asam urat dari aliran darah.
Apa Penyebab Asam Urat?
Purin adalah zat alami yang terdapat pada sel tubuh serta berbagai jenis makanan.
Zat ini berperan dalam pembentukan DNA dan produksi energi.
Ketika purin dipecah, tubuh menghasilkan asam urat sebagai sisa metabolisme.
Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine.
Namun ketika produksinya berlebih atau ginjal tidak mampu membuangnya, kadar asam urat menumpuk dan memicu pembentukan kristal di persendian.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi serangan asam urat akut, ditandai gejala berupa:
- Pembengkakan
- Kemerahan
- Nyeri tajam pada jari kaki, pergelangan kaki, jari tangan, atau pergelangan tangan
Pada tahap kronis, penumpukan asam urat juga dapat memicu batu ginjal atau memperburuk fungsi ginjal.
Diperkirakan 4 dari 10 penderita asam urat juga mengalami gangguan ginjal.
Penanganan asam urat biasanya meliputi obat-obatan dan perubahan pola makan jangka panjang untuk mencegah kekambuhan.
5 Makanan Terbaik untuk Penderita Asam Urat
Berikut daftar makanan yang direkomendasikan karena dapat membantu menurunkan kadar asam urat serta mengurangi peradangan:
1. Produk Susu Rendah Lemak
Penelitian dalam Journal of Dairy Science menunjukkan bahwa susu rendah lemak dan yogurt berperan menurunkan kadar asam urat.
Kandungan asam amino di dalamnya membantu tubuh mengolah dan mengeluarkan asam urat lebih baik.
Rekomendasi:
Susu rendah lemak
Yogurt tawar
Kefir
Hindari: produk susu tinggi lemak atau yang ditambah gula.
2. Buah dan Sayuran
Buah seperti ceri, beri, dan jeruk memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang membantu menurunkan risiko serangan asam urat.
Penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun beberapa sayuran mengandung purin, konsumsi sayuran tidak meningkatkan risiko asam urat.
Rekomendasi:
Buah segar
Sayuran hijau
Hindari:
Jus buah manis
Buah tinggi gula
Bagi penderita dengan gangguan ginjal, beberapa buah tinggi kalium tetap harus dibatasi.
3. Biji-bijian Utuh
Studi tahun 2025 dalam Arthritis Care & Research menemukan bahwa oatmeal, sereal gandum utuh, dan dedak gandum dapat membantu menurunkan risiko asam urat.
Rekomendasi:
Oatmeal
Roti gandum
Beras merah
Quinoa
Hindari:
Roti putih
Sereal manis
4. Kacang-kacangan dan Protein Nabati
Protein nabati seperti lentil, buncis, tahu, dan tempe menjadi pilihan aman. Meski mengandung purin sedang, sumber nabati tidak meningkatkan risiko asam urat seperti daging merah.
Rekomendasi:
Lentil
Kacang hitam
Tahu & tempe
Hindari:
Konsumsi berlebihan daging merah
Produk olahan tinggi natrium
5. Air Putih dan Minuman Tanpa Gula
Hidrasi yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat.
Minuman tanpa gula juga membantu mencegah pembentukan kristal.
Rekomendasi:
Air putih
Infused water
Teh herbal tanpa kafein
Kopi hitam dalam jumlah wajar
Hindari:
Soda
Teh manis
Minuman energi
Jus tinggi fruktosa
Penderita gangguan ginjal stadium lanjut tetap harus menyesuaikan asupan cairan dengan rekomendasi dokter. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni