Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aman atau Tidak? Ahli Jelaskan Fakta Penggunaan Sendok Kayu untuk Memasak

M Robit Bilhaq • Minggu, 7 Desember 2025 | 16:05 WIB

 

Ilustrasi memasak menggunakan sendok kayu.
Ilustrasi memasak menggunakan sendok kayu.

RADARTUBAN - Di tengah semakin banyaknya alat masak yang terbuat dari plastik maupun silikon, sendok kayu justru tetap menjadi pilihan favorit baik di dapur profesional maupun rumah tangga.

Walaupun sendok kayu adalah alat yang tradisional, alat ini dianggap sangat dapat diandalkan saat memasak.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penggunaan sendok kayu untuk memasak benar-benar aman.

Para ahli menegaskan bahwa selama pemakaiannya tepat dan perawatannya benar sendok kayu aman digunakan untuk peralatan memasak.

Brandon Moore, salah satu pendiri perusahaan peralatan masak Lancaster Cast Iron di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa sendok kayu tetap populer karena nyaman digenggam, mudah dipakai, tidak merusak permukaan alat masak, serta lebih ramah lingkungan,.

Selain itu Brandon menambahkan bahwa produk kayu buatan lokal bahkan memiliki jejak lingkungan yang lebih kecil.

Pendapat yang sesuai juga dijelaskan oleh para koki dan pembuat resep.

Meryl Feinstein selaku pendiri Pasta Social Club, mengatakan bahwa saat memasak di risotto dirinya selalu menggunakan sendok kayu.

Menurutnya, bahan kayu terasa menyatu dengan tangan dan memberikan kenyamanan lebih, terutama untuk proses memasak yang membutuhkan pengadukan dalam waktu lama.

“Kayu itu enak dipakai dan digenggam. Bahan ini terasa menyatu dengan tangan dan bisa lebih nyaman,” ujarnya, dikutip dari Martha Stewart pada Sabtu (6/12).

Lebih lanjut, Dr. Ben Chapman, peneliti keamanan pangan sekaligus profesor di North Carolina State University, menegaskan bahwa peralatan kayu dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan selama ini tidak ada bukti ilmiyah.

Ben Chapman menjelaskan bahwa dari sisi mikrobiologi, kayu tidak lebih berbahaya jikadibandingkan dengan plastik, logam, atau silikon.

“Dari perspektif mikroba, jika kita meninjau risikonya, tidak ada contoh peralatan atau talenan kayu yang menyebabkan penyakit bawaan makanan,” jelasnya.

Yang menarik adalah, sifat kayu yang memiliki pori pori justru memberikan manfaat tersendiri,

Air dan bakteri yang berada di permukaan kayu akan terserap masuk ke dalam serat kayu melalui aksi kapiler.

Proses tersebut membuat bakteri di permukaan kesulitan bertahan hidup karena tidak dapat berkembang biak dengan optimal.

Selain itu, kayu juga mempunyai sifat antimikroba alami sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tanaman terhadap bakteri dan parasit.

Meski demikian, terdapat hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan peralatan masak berbahan kayu, yaitu pada proses pengeringan.

Chapman menjelaskan bahwa risiko akan muncul pada saat setelah dicuci sendok kayu tidak dikeringkan dengan benar, peralatan kayu membutuhkan waktu minimal 24 jam untuk benar-benar kering dengan sirkulasi udara yang baik.

Jika masih lembap, kayu tidak dapat memanfaatkan sifat antimikroba alami yang dimilikinya, sehingga bakteri bisa tetap hidup.

Walaupun dikenal tahan lama, sendok kayu ternyata juga memiliki masa pakai, pengguna dianjurkan mengganti sendok kayu jika mulai adanya retakan, permukaan sulit kering, atau terdapat alur yang sebelumnya tidak ada.

Tanda yang disebutkan tersebut menunjukkan bahwa kayu mulai mengalami kerusakan dan tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ilmiah #memasak #University #plastik #sendok kayu #logam #silikon #Mikrobiologi