RADARTUBAN – Infeksi cacing pada anak di Indonesia ternyata jauh lebih berbahaya dibanding yang selama ini dibayangkan orang tua.
Dr. Yogi Prawira, Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Emergensi dan Rawat Intensif, mengingatkan bahwa cacingan bukan sekadar masalah pencernaan, tetapi dapat mencuri nutrisi penting, memicu stunting, anemia, hingga komplikasi serius.
Penjelasan tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube Grace Tahir.
Mencuri Nutrisi, Ganggu Pertumbuhan Anak
Menurut Dr. Yogi, cacing bertindak sebagai parasit yang menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi anak. Akibatnya, tubuh gagal mendapatkan asupan yang cukup untuk bertumbuh optimal.
Ia menjelaskan, kondisi ini dapat berdampak pada tinggi badan, berat badan, hingga kemampuan belajar.
“Anak yang kekurangan nutrisi dalam jangka panjang bisa mengalami stunting dan kesulitan berkonsentrasi di sekolah,” katanya.
Risiko Anemia dari Cacing Tambang
Beberapa jenis cacing, terutama cacing tambang, diketahui dapat menyebabkan perdarahan usus.
Hal ini berujung pada anemia defisiensi zat besi — kondisi yang tidak jarang baru disadari ketika anak sudah tampak lesu atau prestasi akademiknya menurun.
“Anemia akibat cacingan bisa menurunkan daya tahan tubuh, membuat anak cepat lelah, dan mengganggu aktivitas belajar,” ujar Dr. Yogi.
Komplikasi Berat: Dari Sumbatan Usus hingga Infeksi ke Otak
Infeksi cacing juga dapat menyebabkan kondisi gawat darurat. Dr. Yogi menyebutkan bahwa pada kasus berat, cacing dapat menimbulkan sumbatan usus, muntah hebat, bahkan gangguan pernapasan sehingga membutuhkan perawatan intensif di ICU.
Lebih mengkhawatirkan lagi, larva cacing pita yang masuk melalui konsumsi daging tidak matang dapat menyebar ke otak dan mata.
“Kondisi yang dikenal sebagai cysticercosis ini bisa memicu kejang hingga menyebabkan kebutaan,” jelasnya.
Pencegahan: Langkah Sederhana yang Sangat Efektif
Dr. Yogi menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama untuk melindungi anak dari cacingan.
Beberapa langkah yang ia rekomendasikan meliputi:
- Mencuci tangan menggunakan sabun dengan metode 7 langkah
- Memastikan anak selalu memakai alas kaki di luar rumah
- Memasak makanan—terutama daging—hingga benar-benar matang
- Memberikan obat cacing rutin setiap 6 bulan bagi anak usia di atas 1 tahun di wilayah endemis
“Dengan langkah-langkah ini, risiko stunting, anemia, hingga komplikasi akibat cacingan bisa ditekan secara signifikan,” tegasnya.
Baca Juga: Tragis, Kakak Beradik Balita di Bengkulu Harus Dioperasi Akibat Alami Cacingan Parah
Orang Tua Harus Responsif dan Tidak Menyepelekan
Dr. Yogi kembali mengingatkan bahwa cacingan tidak boleh diremehkan.
“Infeksi cacing bukan sekadar masalah sederhana. Ini menyangkut tumbuh kembang anak, risiko anemia, dan potensi komplikasi berbahaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesadaran orang tua, kebiasaan hidup bersih, dan pemeriksaan kesehatan rutin merupakan benteng utama untuk menjaga masa depan anak.
Anak-anak Indonesia berhak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Dengan pencegahan yang tepat dan respons cepat terhadap gejala apa pun, orang tua dapat melindungi buah hati dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Jagalah kesehatan mereka hari ini, agar mereka tumbuh menjadi generasi masa depan yang lebih tangguh. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni