RADARTUBAN - Perhatian khusus perlu diberikan untuk penderita diabetes.
Perhatian khusus tersebut misalnya pada pilihan makanan yang mereka konsumsi, karena kondisi tubuh mereka mungkin sudah mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin, atau tidak mampu memproduksi hormon tersebut secara memadai untuk memproses asupan gula.
Penanganan diabetes juga tidak dapat dilakukan hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga memerlukan implementasi pola makan khusus yang dikenal sebagai terapi nutrisi medis.
Selain itu, penderita juga tidak boleh kekurangan minum, karena dehidrasi dapat menjadi pemicu meningkatnya kadar gula darah.
Ternayata terdapat beberapa jenis teh yang terbukti efektif dalam upaya menurunkan gula darah.
Jenis teh ini menawarkan banyak sekali manfaat kesehatan, di mana peningkatan kontrol gula darah adalah salah satunya.
Menurut pandangan ahli diet yang dilansir oleh Eating Well, berikut adalah lima jenis teh utama yang ampuh untuk menjaga dan menurunkan kadar gula darah.
1. Teh Hijau
Teh Hijau yang mempunyai rasa lembut dan earthy secara konsisten telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi kesehatan, termasuk peningkatan kadar gula darah yang ada di tubuh manusia.
Terdapat juga penelitian yang menunjukkan bahwa teh hijau memiliki potensi untuk membantu mengurangi tingkat glukosa darah puasa dan memperbaiki sensitivitas insulin pada individu dengan diabetes.
Kimberley Rose-Francis, seorang ahli diet terdaftar dan pendidik diabetes bersertifikat, menjelaskan bahwa manusia memiliki usus yang menampung triliunan mikroba yang memengaruhi kadar gula darah.
Ketidakseimbangan mikrobiota yang ada di usus bisa menyebabkan penurunan toleransi glukosa dan resistensi insulin.
Teh hijau memiliki banyak polifenol, yaitu senyawa berbasis tumbuhan kecil yang dikaitkan erat dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan usus, yang secara tidak langsung mendukung kontrol gula darah.
2. Teh Hitam
Meskipun Teh Hitam memiliki tampilan dan rasa yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan teh hijau, kedua jeinis teh tersebut berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis.
Maka dari itu, wajar jika kedua jenis teh tersebut memiliki banyak potensi manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk mendukung kadar gula darah yang lebih optimal.
Walaupun masih terbatas studi yang mengkaji mengenai manfaat teh hitam spesifik untuk pengelolaan glukosa darah, sebuah studi tinjauan menjelaskan bahwa teh hitam dapat berperan dalam membantu metabolisme glukosa dan meningkatkan respons sensitivitas tubuh terhadap insulin yang diproduksi sendiri.
Para peneliti belum yakin sepenuhnya mengenai mekanisme pastinya, namun mereka mencatat bahwa banyaknya kandungan polifenol dalam teh hitam berpotensi memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula dari makanan.
Efek tersebut diyakini dapat memberikan perlindungan terhadap penambahan berat badan, yang merupakan salah satu pemicu kuat untuk perkembangan diabetes tipe 2.
3. Teh Jahe
Teh Jahe dariu dulu hingga saat ini terkenal luas karena kemampuannya dalam meredakan mual, terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa jahe memiliki hampir 40 senyawa antioksidan yang bermanfaat dalam mengobati berbagai kondisi peradangan.
Senyawa tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif pada kadar gula darah dari waktu ke waktu.
Lebih lanjut Rose menjelaskan bahwa karena tingginya kadar gula darah secara kronis dapat memicu peradangan, senyawa anti-inflamasi pada jahe menjadikannya makanan fungsional yang bermanfaat untuk mencapai keseimbangan gula darah yang lebih baik.
4. Teh Kayu Manis
Kayu manis tidak hanya sekadar rempah-rempah favorit untuk masakan ataupun membuat kue, tetapi juga dapat diseduh menjadi teh yang lezat.
Vandana Sheth, seorang ahli diet terdaftar dan pendidik diabetes bersertifikat, menyoroti bahwa kayu manis telah diteliti potensi manfaatnya dalam meningkatkan fungsi insulin dan mendukung gula darah.
Vandana juga menambahkan bahwa ini adalah pilihan teh dengan rasa manis alami tanpa tambahan gula, menjadikannya pilihan yang baik untuk penderita diabetes.
Seperti jahe, kayu manis juga kaya akan antioksidan yang efektif mengatasi peradangan kronis yang seringkali mempersulit pengelolaan gula darah.
Faktanya, beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa bubuk kayu manis dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada individu, baik yang menderita diabetes maupun tidak.
5. Teh Kunyit
Bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan otak hingga pengurangan risiko penyakit jantung, kunyit menawarkan daftar manfaat kesehatan yang panjang.
Penelitian menunjukkan bahwa kunyit juga mampu menurunkan kadar glukosa darah dan membantu dalam pengelolaan berat badan.
Kunyit mengandung senyawa aktif bernama kurkumin, yang merupakan antiinflamasi dan antioksidan yang sangat kuat.
Karena diketahui bahwa peradangan kronis dan gula darah tinggi sering berjalan beriringan, para peneliti mengaitkan kemampuan kurkumin dalam mengelola gula darah dengan aksi antiinflamasinya.
Meskipun teh kunyit dapat diseduh menggunakan kantong teh biasa, terdapat berbagai cara kreatif untuk mengonsumsinya, seperti dengan menambahkan sedikit madu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama