Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Sayap Ayam Berbahaya Dikonsumsi Karena Disuntik? Ini Faktanya

Bihan Mokodompit • Selasa, 16 Desember 2025 | 00:35 WIB
Fakta konsumsi sayap ayam diluruskan dari mitos hormon yang selama ini beredar di masyarakat.
Fakta konsumsi sayap ayam diluruskan dari mitos hormon yang selama ini beredar di masyarakat.

RADARTUBAN - Sayap ayam sering jadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Banyak yang percaya bahwa sayap ayam berbahaya dikonsumsi karena disuntik hormon, tetapi benarkah demikian?

Benarkah sayap ayam berbahaya dikonsumsi karena disuntik adalah pertanyaan yang sering muncul dan perlu diluruskan berdasarkan fakta dan sumber tepercaya.

Artikel ini akan membahas fakta ilmiah sekaligus mitos yang beredar tentang hal tersebut.

Mitos Hormon dalam Ayam

Banyak orang percaya bahwa bagian ayam tertentu, termasuk sayap ayam berbahaya dikonsumsi karena disuntik hormon pertumbuhan untuk mempercepat pertumbuhan.

Namun, klaim ini telah dibantah secara tegas oleh pihak berwenang dan pakar peternakan.

Di Indonesia, penggunaan hormon pertumbuhan pada ayam untuk konsumsi manusia telah dilarang oleh Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Itu berarti ayam broiler atau ayam pedaging yang dijual di pasaran tidak diberikan hormon untuk mempercepat pertumbuhan.

Menurut klarifikasi cek fakta, angapan bahwa ayam broiler mendapat suntikan hormon tertentu adalah hoaks.

Pertumbuhan ayam broiler yang cepat sebenarnya berasal dari seleksi genetik, pakan berkualitas, dan manajemen budidaya yang baik, bukan dari suntikan hormon.

Apakah Sayap Ayam Benar-Benar Paling Sering Disuntik?

Salah satu alasan yang sering disebut masyarakat untuk takut makan sayap ayam adalah anggapan bahwa bagian ini merupakan lokasi paling sering disuntik hormon atau obat.

Padahal praktek vaksinasi unggas di peternakan modern biasanya dilakukan di fasilitas pembibitan.

Sering kali melalui metode semprot atau tetes, bukan dengan suntikan di bagian tertentu seperti sayap.

Beberapa kabar beredar justru menyebut bagian ayam seperti sayap atau leher sebagai tempat akumulasi hormon, tetapi klaim ini telah dinyatakan sebagai hoaks oleh berbagai penelusuran cek fakta di media.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan tidak ada penggunaan hormon dalam budidaya ayam broiler.

Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Sayap Ayam

Walaupun klaim sayap ayam berbahaya dikonsumsi karena disuntik hormon tidak benar, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menikmati bagian ayam yang satu ini:

• Kandungan lemak dan kalori pada sayap ayam cenderung lebih tinggi dibanding bagian dada. Ini berarti jika sering dimakan tanpa kontrol, bisa memengaruhi kesehatan metabolik.

• Pengolahan yang tepat (misalnya memasak sampai matang) sangat penting untuk memastikan makanan aman dan bebas bakteri berbahaya.

• Audit dan regulasi di rumah potong ayam memastikan bahwa ayam yang beredar memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

Faktanya Ada di Mana?

Berdasarkan klarifikasi dari sumber yang kredibel, sayap ayam tidak berbahaya untuk dikonsumsi karena disuntik hormon.

Industri perunggasan modern tidak menggunakan hormon pertumbuhan, dan jika pun ada obat yang diberikan pada ayam hanya dilakukan atas anjuran dokter hewan dan dengan masa tinggal yang sesuai sehingga aman untuk dikonsumsi.

Ini berarti anggapan bahwa sayap ayam berbahaya dikonsumsi karena disuntik adalah mitos (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#fakta #hormon #hewan #sayap ayam #makanan