RADARTUBAN - Meski minuman kopi populer di Indonesia karena dikenal mempunyai banyak manfaatnya seperti meningkatkan stamina dan metabolisme, kandungan kafein di dalamnya tidak selalu bermanfaat bagi semua orang.
Berikut dibawah ini adalah daftar kelompok orang yang disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengonsumsi kopi.
Penderita GERD
Kafein adalah zat yang dapat mengendurkan katup kerongkongan, hal tersebut akan memicu asam lambung naik dan menyebabkan sensasi rasa terbakar di dada.
Baca Juga: Minum Kopi Ternyata Bisa Menambah Umur, Apakah Benar? Berikut Penjelasannya Menurut Penelitian
Penderita IBS (Irritable Bowel Syndrome)
Kafein memiliki sifat merangsang usus, yang dapat memperparah gejala diare dan frekuensi buang air besar akan mengalami peningkatan.
Orang yang Sedang Diare
Karena kafein yang ada di dalam kopi bersifat mempercepat gerak usus, jika seseorang meminum kopi saat diare hal tersebut akan dapat memperburuk kondisi tubuh.
Baca Juga: Ampas Kopi Ternyata Efektif Usir Siput: Ramah Lingkungan tapi Tetap Perlu Cara Tabur yang Tepat
Pemilik Kandung Kemih Terlalu Aktif
Sifat diuretik pada kopi meningkatkan frekuensi dan urgensi buang air kecil, terutama saat dalam perjalanan jauh.
Penderita Glaukoma
Menurut penelitian minum kopi ternyata juga dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular), yang berisiko bagi kesehatan penglihatan.
Pengidap Penyakit Jantung
Kafein ternyata adalah zat yang dapat memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah sementara, pasien dengan penderita penyakit jantung sebelum meminum kopi wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Penderita Epilepsi
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi kafein berlebih akan berkaitan dengan peningkatan frekuensi kejang bagi penderita Epilepsi
Anak di Bawah 12 Tahun
Pada anak anak Kafein akan memberikan dampak lebih berat jika diminum, seperti jantung berdebar, cemas, sulit konsentrasi, berisiko merusak email gigi karena sifat asamnya dan juga menyebabkan gigi berlubang.
Ibu Hamil
Bagi ibu hamil batas aman umumnya saat minum kopi adalah 200 mg kafein per hari, namun terdapat beberapa studi yang menyarankan untuk menghindarinya sama sekali demi mencegah risiko keguguran atau berat badan lahir rendah.
Ibu Menyusui
Selain kafein kopi juga memiliki sifat stimulan dan diuretik, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu dan memengaruhi bayi.
Orang dengan Gangguan Kecemasan (Anxiety)
Sebagai stimulan, kafein dapat memicu serangan panik dan memperparah perasaan cemas yang berlebihan.
Orang dengan Gangguan Tidur (Insomnia)
Minum kopi, terutama dalam waktu 6 jam sebelum tidur, dapat merusak siklus tidur dan memperburuk rasa lelah keesokan harinya.
Jika Anda termasuk dalam salah satu kategori di atas namun tetap ingin menikmati kopi, cobalah beralih ke varian decaf (rendah kafein) atau selalu konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk dosis yang aman bagi kondisi Anda. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni