RADARTUBAN - Stroke masih jadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. Setelah penyakit jantung, dia menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian.
Bayangkan, setiap tahun ada sekitar 12,2 juta orang di berbagai belahan bumi yang tiba-tiba harus menghadapi kenyataan baru sebagai penderita stroke.
Di Indonesia, stroke masih jadi masalah besar.
Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat, dari setiap seribu penduduk, ada sekitar delapan orang yang terkena stroke.
Ini menunjukkan bahwa setiap tahun terjadi 2,9 juta kasus baru.
Di Jawa Timur, angkanya bahkan lebih tinggi—sembilan orang per seribu penduduk usia 15 tahun ke atas.
Angka-angka tersebut jelas menunjukkan bahwa stroke bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sepele.
Dr. Chandrawati Widya, Sp.N, seorang spesialis neurologi dari RS Kemenkes Surabaya, mengatakan bahwa banyak orang belum tahu gejala stroke.
Gejala stroke ternyata tidak selalu terlihat jelas seperti wajah yang mencong atau tubuh melemah di satu sisi.
Menurut dr. Selain itu, tanda-tanda yang harus diwaspadai oleh Widya adalah pusing berputar, kesemutan, hingga sakit kepala yang datang dengan cepat. Hal ini ia sampaikan dalam sosialisasi Code Stroke Awareness di RS Kemenkes Surabaya, Jumat (19/12).
Menurut dr. Chandrawati, kebanyakan pasien stroke memang tidak langsung meninggal. Namun, gangguan bergerak, gangguan bicara, dan risiko infeksi menurunkan kualitas hidup mereka.
Pasien sering menunda untuk mendapatkan perawatan medis karena gejalanya yang ringan dan biasanya dianggap sepele.
Akibatnya, bantuan datang terlambat dan risiko komplikasi serius atau kematian meningkat.
Karena itu, RS Kemenkes Surabaya mengadakan sosialisasi Kode Pengetahuan Stroke.
Tujuannya sederhana, tetapi sangat penting: meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya penanganan stroke yang cepat dan terpadu.
Selain itu, pasien dengan kelumpuhan atau gangguan bicara lebih rentan terhadap luka tekan, pneumonia, dan berbagai komplikasi lainnya jika perawatan ditunda.
Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Surabaya tidak hanya sebuah fasilitas medis.
Sebagai rumah sakit tipe A dan pusat rujukan di Indonesia Timur, mereka menyediakan fasilitas yang lengkap, teknologi medis modern, serta tenaga ahli berpengalaman.
Semua itu dipersiapkan agar penanganan Code Stroke bisa dilakukan cepat dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Indrapura No.17, Kecamatan Krembangan, Surabaya ini juga menyediakan layanan Neuro Restorasi Pasca Stroke.
Layanan ini membantu pasien memulihkan fungsi saraf, kemampuan kognitif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama