RADARTUBAN - Vitamin C menjadi senjata utama tubuh melawan berbagai ancaman kesehatan, terutama saat musim flu menyerang.
Pakar nutrisi menegaskan, nutrisi ini wajib dikonsumsi rutin untuk mencegah komplikasi serius seperti infeksi paru.
Vitamin C bekerja sebagai antioksidan kuat yang menetralkan radikal bebas, zat berbahaya yang menyebabkan kerusakan sel dan peradangan.
Menurut spesialis nutrisi Yasi Ansari, zat ini melindungi sel dari stres oksidatif serta meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga tubuh lebih tangguh menghadapi infeksi.
Kekurangan vitamin C memicu kelelahan, gusi berdarah, hingga penurunan daya tahan yang membuat rentan sakit.
Sistem imun tubuh bergantung pada vitamin C untuk bunuh mikroba dan mengurangi risiko pneumonia atau infeksi paru pasca-flu.
Ulasan ilmiah di Nutrients tahun 2017 menemukan, vitamin ini melindungi dari stres oksidatif, membantu fagositosis, dan mencegah kerusakan jaringan selama infeksi.
Pakar seperti yang diungkapkan Moyad, konsumsi rutin kurangi komplikasi flu meski bukan obat mutlak.
Sifat antioksidannya membantu mencegah penyakit kardiovaskular, katarak, hingga degenerasi makula usia lanjut.
American Optometric Association catat, dosis 500 mg setiap hari lambatkan AMD berkat perlindungan mata dari radikal bebas.
Kelompok berisiko tinggi seperti perokok atau penderita gangguan pencernaan memerlukan asupan lebih untuk menghindari defisiensi.
Tubuh tidak memproduksi vitamin C sendiri, jadi andalkan buah-buahan seperti jeruk, stroberi, atau paprika.
Ansari menyarankan 100-200 mg/hari cukup optimalkan kadar di jaringan, tapi kelebihan aman diekskresi urin. Konsumsi rutin cegah kudis parah meski jarang terjadi saat ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni