Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fakta Mengejutkan! Ikan Asli Indonesia Ini Terbukti Lebih Unggul Dibanding Salmon, Berikut Penjelasan Dari BRIN

M Robit Bilhaq • Senin, 5 Januari 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi ikan sidat.
Ilustrasi ikan sidat.

RADARTUBAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengungkapkan fakta menarik bahwa jenis ikan yang mengandung kadar Omega-3 paling besar di planet ini ternyata adalah spesies asli dari Indonesia.

Penemuan tersebut secara otomatis mengoreksi kepercayaan umum bahwa kandungan Omega-3 terbaik hanya berada di ikan salmon ataupun ikan gabus.

Gadis Sri Haryani, selaku Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, menjelaskan bahwa ikan sidat mempunyai kandungan nutrisi yang jauh lebih istimewa jika dibandingkan dengan ikan salmon ataupun ikan gabus.

Pada pertemuan ilmiah yang membahas tentang penguatan manajemen dan hilirisasi sektor industri sidat pada awal Januari 2026.

Dijelaskan bahwa terkait dengan nutrisi yang terkandung dalam salmon, masyarakat cenderung salah paham.

Padahal ikan sidat justru menempati urutan teratas dalam hal nilai gizi, tidak hanya unggul karena kandungan asam lemak esensial.

Seperti DHA dan EPA, ikan sidat ini ternyata juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, protein, kalori, serta mineral penting seperti zat besi dan fosfor.

Penjelasan dari sisi medis menjelaskan bahwasanya keberadaan DHA dalam sidat sangat krusial bagi proses pertumbuhan dan pengoptimalan kinerja otak manusia.

Selain itu kandungan EPA bermanfaat dalam meminimalisir risiko peradangan serta menjaga kondisi jantung agar tetap prima.

Guna untuk menjaga kelestarian sidat kedepannya, Gadis berpendapat bahwa penerapan sistem manajemen yang berbasis pada data ilmiah dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan secara berlebihan, mengingat posisinya sebagai komoditas perikanan dengan nilai ekonomi yang sangat strategis bagi Indonesia.

Ikan sidat adalah termasuk kategori makhluk hidup yang kritis karena menjalani siklus hidup katadromus.

Yaitu bermula saat telur menetas di wilayah laut dan berubah menjadi larva yang memiliki bentuk yang unik yaitu berbentuk pipih, bening, dan menyerupai daun yang disebut leptocephalus dan belum memiliki kemampuan untuk berenang secara mandiri.

Setelah itu larva kemudian bermetamorfosis menjadi benih bening atau disebut dengan glass eel dalam perjalanan migrasinya dari perairan laut dalam menuju wilayah muara atau estuari.

Selain itu terdapat juga sebuah riset yang menunjukkan bahwa fase hidup sidat yang melibatkan tiga jenis ekosistem yaitu laut, muara, dan air tawar.

Besarnya minat pasar internasional terhadap glass eel memicu tekanan penangkapan yang masif di habitat aslinya, sehingga hal tersebut dapat mengancam stabilitas populasi ikan sidat di tanah air. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Sidat #jantung #peneliti #Dha #kesehatan otak #EPA #kandungan