Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Kayu Manis Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hasil Penelitian

M Robit Bilhaq • Senin, 5 Januari 2026 | 21:05 WIB
air rebusan kayu manis
air rebusan kayu manis

RADARTUBAN - Selain biasa dimanfaatkan untuk bumbu penyedap dalam kuliner, kayu manis juga telah lama diakui memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan manusia.

Banyaknya manfaat tersebut disebabkan oleh kekayaan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya, mulai dari zat antiinflamasi, antibiotik, hingga antioksidan.

Terdapat sejumlah riset ilmiah yang menunjukkan bahwa ekstrak dari rempah ini berpotensi meminimalisir level kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida, yaitu jenis lemak berbahaya yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah atau aterosklerosis.

Pada tahun 2017, tim ahli meninjau 13 hasil penelitian berbeda guna melihat sejauh mana efektivitas suplemen kayu manis terhadap profil lipid seseorang.

Tinjauan tersebut mengungkap bahwa kayu manis mampu memberikan penurunan yang berarti pada kadar kolesterol total, kolesterol jahat, maupun trigliserida, walaupun demikian, temuan berbeda dilaporkan oleh American Heart Association (AHA).

Riset mereka menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar LDL yang signifikan antara individu yang rutin mengonsumsi suplemen kayu manis dengan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Dari kedua perbedaan hasil studi tersebut, para peneliti pada umumnya mengambil kesimpulan bahwa bukti pendukung kayu manis sebagai penurun kolesterol masih tergolong minim.

Diperlukan rangkaian penelitian lebih lanjut dan mendalam untuk memastikan seberapa besar efektivitas rempah ini dalam mengelola kadar lemak darah.

Namun, terlepas dari perbedaan tersebut, kayu manis tetap dipastikan membawa dampak positif bagi kesehatan karena profil nutrisinya yang lengkap.

Dalam satu sendok teh atau sekitar 2,6 gram kayu manis, terkandung berbagai unsur penting seperti energi sebesar 6,42 kalori, 2,1 gram karbohidrat, serta deretan mineral yakni 26,1 miligram kalsium, 0,21 miligram zinc, 1,56 miligram magnesium, 1,66 miligram fosfor, dan 11,2 miligram kalium.

Selain itu, didalamnya terkandung juga vitamin A sebanyak 0,39 mikrogram, serta dukungan vitamin B, vitamin K, hingga senyawa antikanker seperti kolin, beta-karoten, alfa-karoten, beta-cryptoxanthin, lycopene, lutein, dan zeaxanthin.

Adapun fungsi Kandungan antioksidan yang melimpah dalam kayu manis adalah untuk menangkal stres oksidatif yang bermanfaat dalam pencegahan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Sangat disarankan untuk memerhatikan takaran konsumsi, reaksi fisik yang muncul, serta riwayat medis pribadi, beberapa pakar merekomendasikan asupan bubuk kayu manis harian sebanyak setengah sampai satu sendok teh, atau 2 - 4 gram.

Sementara itu, dalam konteks penelitian tertentu, dosis yang digunakan berkisar antara 1 hingga 6 gram per hari.

Untuk menghindari resiko keracunan yang terjadi masyarakat sangat dilarang untuk mengonsumsi kayu manis dalam jumlah yang berlebihan.

Terutama bagi pasien yang memiliki kondisi penyakit khusus atau sedang dalam pengobatan rutin, berkonsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi prosedur utama yang sangat dianjurkan sebelum menjadikan air rebusan kayu manis sebagai asupan rutin harian. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#khasiat #kayu manis #Trigliserida #khasiat kayu manis #Kolestrol #ldl