RADARTUBAN - Bulan penuh berkah ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan indah untuk memperbaiki diri.
Ramadhan adalah momen yang mengingatkan kita untuk lebih dekat dengan Allah, memperbanyak ibadah, sekaligus melatih hati agar menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan penuh kebaikan.
Namun, bagi sebagian orang yang memiliki masalah pencernaan seperti maag, GERD, atau asam lambung tinggi, menjalankan puasa bisa terasa cukup menantang.
Baca Juga: Eza Gionino Absen Sidang Cerai: GERD Kambuh, Meiza Serahkan 19 Bukti KDRT
Rasa tidak nyaman di perut kadang membuat ibadah jadi kurang maksimal. Karena itu, penting untuk mengenali kondisi tubuh dan mempersiapkan diri agar puasa tetap lancar dan penuh berkah.
Bukan berarti tidak bisa berpuasa, tetapi ada beberapa penyesuaian yang penting dilakukan. Terutama dalam hal pola makan dan cara mengonsumsi makanan, agar kondisi lambung tetap nyaman dan ibadah bisa dijalani dengan tenang.
Dengan perhatian kecil pada kebiasaan sehari-hari, puasa tetap bisa terasa ringan dan penuh berkah.
Penyesuaian ini terutama berkaitan dengan pola makan dan cara mengonsumsi makanan, supaya kondisi lambung tetap terjaga dan ibadah bisa berjalan lancar.
Rekomendasi berikut dirangkum dari laman upk.kemkes.go.id dan dinkes.acehprov.go.id, sehingga bisa dijadikan panduan praktis untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan.
Makan secukupnya
Akibatnya, perut terasa penuh, begah, bahkan asam lambung bisa naik. Untuk itu, penderita GERD sebaiknya lebih bijak dalam memilih menu.
Awali berbuka dengan makanan sehat dan ringan seperti kurma, oats, granola, atau biskuit, agar perut tetap nyaman dan ibadah puasa bisa dijalani dengan tenang.
Hindari makan tergesa-gesa
Namun, hati-hati makan dengan tergesa-gesa justru bisa memicu GERD karena udara ikut masuk ke saluran cerna.
Begitu juga kebiasaan mengobrol sambil makan, yang ternyata bisa membuat perut terasa tidak nyaman dan memicu sakit maag.
Karena itu, biasakan makan perlahan dan bertahap, terutama saat berbuka dan sahur, agar lambung tetap aman dan ibadah puasa berjalan lebih tenang.
Jauhi makanan pemicu asam lambung
Agar ibadah tetap lancar, sebaiknya hindari makanan cepat saji, terlalu pedas, asam, atau tinggi lemak yang bisa memicu ketidaknyamanan di lambung.
Selain itu, batasi juga konsumsi kafein berlebihan selama puasa, supaya asam lambung tetap stabil dan tubuh terasa lebih ringan.
Dengan sedikit seleksi dalam menu, puasa bisa dijalani dengan lebih tenang dan sehat.
Pilih makanan yang tepat
Agar lambung tetap aman, pilihlah menu yang lebih bersahabat seperti nasi, oatmeal, dada ayam, ikan, buah pir, apel, pisang, serta jangan lupa air mineral.
Selain jenis makanan, cara pengolahannya juga perlu diperhatikan. Usahakan makanan dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, sehingga lebih ringan untuk lambung dan tetap menyehatkan.
Dengan pilihan yang tepat, puasa bisa terasa lebih nyaman dan ibadah pun berjalan lancar.
Jangan tidur setelah makan
Langsung berbaring setelah berbuka atau sahur bisa membuat asam lambung naik dan memicu kambuhnya GERD. Jika rasa kantuk benar-benar tidak tertahankan, coba atasi dengan tidur dalam posisi duduk agar lambung tetap aman.
Dengan sedikit perhatian pada kebiasaan ini, puasa bisa terasa lebih nyaman dan ibadah berjalan lebih tenang.
Kendalikan stress
Karena itu, penting sekali untuk menjaga emosi dan pikiran tetap tenang selama bulan puasa. Jangan biarkan rasa lelah atau tekanan sehari-hari membuat tubuh semakin tidak nyaman.
Penderita GERD bisa mencoba latihan pernapasan sederhana, relaksasi, atau bahkan yoga ringan untuk menenangkan pikiran. Dengan begitu, puasa terasa lebih damai, tubuh lebih sehat, dan ibadah pun bisa dijalani dengan penuh ketenangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni