Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Adu Kandungan Kolesterol Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Lebih Tinggi?

M Robit Bilhaq • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:10 WIB
ilustrasi pedang daging
ilustrasi pedang daging

RADARTUBAN – Daging sapi dan daging kambing menjadi dua sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Selain rasanya yang lezat, keduanya juga mudah ditemukan di berbagai olahan kuliner.

Namun di balik kenikmatannya, tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsinya karena kedua jenis daging ini kerap dianggap sebagai pemicu naiknya kadar kolesterol dalam darah.

Lalu, sebenarnya mana yang memiliki kandungan kolesterol lebih tinggi?

Selama ini, daging kambing sering dicap sebagai “biang kerok” kolesterol. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar jika dilihat dari sisi medis dan data gizi.

Berdasarkan referensi nutrisi, dalam satu ons daging kambing giling yang dipanggang terkandung sekitar 27 miligram kolesterol.

Sementara itu, daging sapi tanpa lemak dengan takaran dan metode memasak yang sama mengandung sekitar 26 miligram kolesterol.

Dengan selisih hanya 1 miligram, perbedaan kadar kolesterol antara daging kambing dan daging sapi sebenarnya tergolong sangat kecil.

Artinya, bagi masyarakat yang sedang menjaga kadar kolesterol, konsumsi daging kambing masih tergolong aman selama tidak berlebihan.

Baca Juga: Benarkah Kayu Manis Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hasil Penelitian

Kunci Ada pada Porsi dan Cara Mengolah

Ahli gizi menekankan bahwa faktor terpenting bukan hanya jenis daging, tetapi juga porsi konsumsi, bagian daging yang dipilih, serta metode memasak.

Untuk pilihan yang lebih sehat, disarankan menghindari bagian daging yang tinggi lemak dan memilih potongan seperti paha atau tenderloin. Selain itu, pengolahan dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus lebih dianjurkan dibanding digoreng.

Menariknya, sejumlah pakar nutrisi justru menilai daging kambing bisa lebih sehat dibandingkan daging sapi.

Hal ini berkaitan dengan pola pemeliharaannya. Kambing umumnya dibesarkan secara lebih alami dengan pakan utama berupa rumput dan dedaunan.

Sebaliknya, sapi sering dikembangkan dalam skala industri besar untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga pakannya kerap dicampur berbagai bahan tambahan.

Kaya Omega-3 dan Baik untuk Jantung

Karena mengonsumsi pakan alami, daging kambing diketahui memiliki kandungan lemak omega-3 yang relatif lebih tinggi.

Rasio omega-3 dan omega-6 pada daging kambing juga dinilai lebih seimbang, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Secara umum, hewan yang dibesarkan dengan pakan alami berbasis rumput cenderung menghasilkan daging dengan kualitas nutrisi yang lebih baik.

Dengan demikian, baik daging kambing maupun daging sapi sama-sama dapat dikonsumsi sebagai sumber protein, asalkan memperhatikan porsi, pemilihan bagian daging, serta cara pengolahannya agar tetap ramah bagi kesehatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#daging sapi #protein #kambing #kolesterol