Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kanker Usus di Usia Muda Kian Marak, Benarkah Konsumsi Pangan Ultra-Proses Jadi Penyebab Utama?

M Robit Bilhaq • Rabu, 4 Februari 2026 | 06:10 WIB

Ilustrasi Kanker Usus Besar
Ilustrasi Kanker Usus Besar

RADARTUBAN - Penyakit kanker usus besar atau yang bernama lain kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kejadian tertinggi di Indonesia.

Data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2022, menunjukkan bahwa terdapat 25.997 laporan kasus kanker kolorektal.

Angka tersebut menempatkannya tepat di bawah kanker serviks yang mencatat jumlah kasus yang sama, yakni 25.997, serta kanker payudara yang menjangkiti hampir 50 ribu orang pasien.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Disebut Berkaitan dengan Risiko Kanker

Kasus di Usia Muda Cukup Mengkhawatirkan

Dari total sekitar 25 ribu penderita kanker kolorektal yang terdeteksi, terdapat fakta bahwa sekitar 1.400 pasien masih berada di bawah usia 40 tahun.

Sebanyak 968 pasien berada di rentang usia 30 sampai 39 tahun, sedangkan untuk kategori usia 20 hingga 29 tahun tercatat sebanyak 446 kasus.

Baca Juga: Skrining Dini Kanker Serviks Masih Rendah, Ini Dampaknya bagi Perempuan Indonesia

Konsumsi Pangan Ultra-Proses Terus Meningkat

Sejalan dengan melonjaknya pengidap kanker usus besar dan rektum di kalangan generasi muda secara global, tingkat konsumsi pangan ultra-proses atau Ultra-Processed Food (UPF) juga mengalami kenaikan.

Berbagai riset medis mulai menghubungkan kecenderungan peningkatan konsumsi makanan tersebut dengan risiko timbulnya penyakit kanker ini.

Riset Terbaru Temukan Hubungan dengan Adenoma Kolorektal

Terdapat penelitian terbaru yang baru pertama kali dipublikasikan menunjukkan bukti konkret bahwa kebiasaan memakan produk pangan ultra-proses secara signifikan meningkatkan ancaman tumbuhnya adenoma kolorektal nonkanker sejak usia muda.

Adenoma adalah polip yang muncul pada area usus besar serta rektum yang memiliki potensi kuat untuk bertransformasi menjadi sel kanker.

Jenis Pangan Ultra-Proses yang Disorot

Kategori makanan ultra-proses yang menjadi fokus utama mencakup produk roti, berbagai jenis saus, selai, bumbu instan, serta aneka minuman yang mengandung kadar gula tinggi maupun pemanis sintetis.

Risiko Kanker Meningkat Hingga 45 Persen

Hasil studi menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi pangan ultra-proses dalam jumlah besar, sekitar 10 porsi setiap harinya, mmounyai peluang 45% lebih besar untuk terkena kanker pada saat menginjak umur 50 tahun.

Angka risiko tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok orang yang memiliki tingkat konsumsi paling rendah, yaitu hanya sedikit di atas tiga porsi per hari.

Peneliti Tegaskan Bukan Hubungan Sebab-Akibat

Dr. Andrew Chan, seorang pakar gastroenterologi dari Mass General Brigham Cancer Institute, Dr. Andrew Chan yang juga bertindak sebagai penulis senior dalam riset ini, menjelaskan bahwa penelitian mereka tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Baca Juga: Sering Tak Dianggap, Buah Asli Indonesia ini Ternyata Bisa Jadi Obat Kanker dan Diburu Dunia

Oleh karena itu, pihaknya belum bisa mengklaim bahwa makanan tersebut adalah penyebab mutlak kanker.

Namun, Andrew menegaskan bahwa hasil studi ini menjadi indikasi kuat bahwa pola makan seseorang memiliki pengaruh besar terhadap risiko kesehatan usus.

Gejala Tumor Kolorektal Kerap Tak Disadari

Menurut penjelasan para ahli kesehatan, tumor kolorektal yang bersifat non-kanker, awalnya biasanya tidak mempunyai tanda-tanda yang jelas.

Akan tetapi, ketika ukuran tumor tersebut membesar, akan muncul berbagai gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis secara serius.

Tanda-tanda Gangguan pada Sistem Pencernaan

Adapun indikasi gejala tumor pada sistem pencernaan ini meliputi perubahan warna kotoran atau feses menjadi gelap atau bercampur darah, timbulnya rasa sakit, kondisi anemia, serta berkurangnya berat badan secara drastis tanpa direncanakan yang dibarengi dengan gangguan gastrointestinal serta masalah sembelit akibat adanya sumbatan di saluran usus. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kanker usus besar #Pangan Ultra Proses #usia muda