RADARTUBAN – Pernahkah kamu merasa baru saja memulai suatu aktivitas, tetapi sudah merasa lelah? Fenomena ini banyak dirasakan remaja saat ini.
Sedikit tugas atau masalah saja, pikiran sudah terasa penuh. Ini bukan berlebihan, melainkan kenyataan yang sedang dialami banyak anak muda.
Tekanan Sekolah dan Media Sosial yang Tak Pernah Berhenti
Sekolah dengan tumpukan tugas, tuntutan meraih nilai tinggi, ditambah drama pertemanan serta media sosial yang menampilkan “kehidupan orang lain yang terlihat sempurna”, membuat otak terus bekerja tanpa henti.
Tanpa disadari, pikiran tetap sibuk meski tubuh sedang beristirahat. Kelelahan yang dirasakan pun bukan fisik, melainkan mental.
Baca Juga: Kalau Lelah Mendarat Jangan Lupa Laut
Healing Bukan Harus Liburan Jauh
Karena itulah, istilah healing atau penyembuhan sering muncul di kalangan remaja.
Namun, cara menenangkan diri sebenarnya tidak selalu rumit. Liburan jauh pun tak selalu jadi solusi.
Mendengarkan musik favorit, menonton film, bermain gim, atau sekadar menikmati waktu diam tanpa gangguan sudah cukup membantu menenangkan pikiran.
Hal-hal sederhana ini bisa menjadi cara efektif untuk memulihkan energi mental.
Istirahat Penting, Tapi Tanggung Jawab Tetap Ada
Meski begitu, penyembuhan diri sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk terus menghindar dari tanggung jawab.
Merasa lelah adalah hal yang normal, dan istirahat memang penting. Namun, kewajiban tetap harus dijalani.
Keseimbangan menjadi kunci: beristirahat secukupnya, lalu kembali melangkah perlahan.
Bukan Manja, Tapi Sedang Bertahan
Remaja saat ini bukanlah generasi yang manja. Mereka hanya sedang belajar memahami diri sendiri dan bertahan di dunia yang bergerak semakin cepat.
Merasa lelah itu boleh, tetapi menyerah bukan pilihan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni