RADARTUBAN – Kabar menggembirakan hadir bagi para penikmat kopi di seluruh dunia.
Terdapat sebuah riset dengan cakupan yang sangat luas mengungkapkan fakta bahwa kebiasaan meminum kopi secara teratur memiliki hubungan yang sangat kuat dengan proses penuaan yang lebih berkualitas serta peningkatan usia harapan hidup, terutama bagi kaum perempuan.
Riset Panjang Libatkan Puluhan Ribu Wanita
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sara Mahdavi menyimpulkan bahwa asupan kopi berperan penting dalam membantu wanita menjalani masa tua dengan kondisi kesehatan yang prima.
Mahdavi merupakan peneliti pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Temuan tersebut diperoleh setelah para peneliti melakukan pemantauan terhadap hampir 50.000 partisipan wanita selama kurun waktu tiga puluh tahun.
Dari observasi panjang yang dilakukan, terlihat bahwa mereka yang meminum kopi dalam dosis yang wajar memiliki kecenderungan risiko yang lebih kecil untuk terserang berbagai penyakit jangka panjang dibandingkan kelompok yang sama sekali tidak mengonsumsi kopi.
Kafein Disebut Berperan Penting
Mahdavi menjelaskan bahwa kopi yang mengandung kafein — bukan teh ataupun kopi jenis dekafein — tampaknya memiliki cara kerja unik dalam mendukung proses penuaan.
Terutama berkaitan dengan kemampuan tubuh dalam menjaga stabilitas fungsi berpikir serta kemampuan fisik.
Meskipun demikian, hasil riset yang telah dipaparkan dalam forum tahunan American Society of Nutrition tersebut masih dalam tahap presentasi dan belum melewati proses publikasi resmi maupun tinjauan mendalam dari sesama ilmuwan.
Kriteria Ketat Penuaan Sehat
Dalam melaksanakan risetnya, tim ahli menelusuri rekam jejak kesehatan serta pola konsumsi kopi dari 47.513 wanita sejak tahun 1984 hingga puluhan tahun berikutnya.
Pada pengamatan di tahun 2016, tercatat hanya ada 3.706 peserta yang masuk dalam kriteria penuaan yang sehat.
Para peneliti menetapkan beberapa indikator ketat untuk mendefinisikan kondisi penuaan sehat tersebut, yaitu:
- Telah mencapai usia minimal 70 tahun.
- Terbebas dari 11 jenis penyakit jangka panjang yang berat, seperti gangguan jantung, kanker, serta diabetes tipe 2.
- Memiliki kondisi kesehatan psikis yang stabil dan positif.
- Tetap mampu menjalankan aktivitas fisik dengan baik.
- Tidak mengalami gangguan pada daya ingat maupun fungsi otak lainnya.
Untuk memastikan hasil yang akurat, tim peneliti juga memperhitungkan berbagai variabel gaya hidup lainnya, seperti kebiasaan merokok, intensitas olahraga, hingga pola makan.
Baca Juga: Daftar Orang yang Tidak Dianjurkan Untuk Minum Kopi, Apakah Kamu Termasuk?
Lima Cangkir Jadi Titik Optimal
Selama studi berlangsung, para peserta diminta melaporkan frekuensi konsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, serta minuman soda seperti Coca-Cola atau Pepsi.
Hasil penelitian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi minimal satu cangkir kopi setiap hari memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam kategori lansia yang sehat.
Dalam kelompok yang menua dengan baik tersebut, setiap penambahan satu cangkir kopi per hari berkontribusi pada peningkatan peluang penuaan sehat sebesar 2% hingga 5%.
Titik optimal ditemukan pada jumlah sekitar lima cangkir kecil dalam sehari.
Menariknya, kebiasaan meminum teh atau kopi tanpa kafein tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap kualitas penuaan.
Sebaliknya, konsumsi minuman soda justru ditemukan dapat memperburuk peluang kesehatan secara drastis.
Tetap Harus Diimbangi Gaya Hidup Sehat
Terkait takaran harian ideal, Mahdavi menyebutkan bahwa dalam studinya, konsumsi hingga tujuh cangkir kecil kopi per hari masih menunjukkan keterkaitan dengan penuaan sehat.
Namun ia mengingatkan bahwa batasan tersebut bersifat personal dan bisa berbeda bagi setiap individu.
Penelitian lain terhadap hampir 50.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang dirilis pada Mei tahun lalu juga menunjukkan bahwa meminum satu sampai tiga cangkir kopi sehari mampu memangkas risiko kematian hingga 15% dalam rentang sembilan sampai sebelas tahun, dibandingkan dengan kelompok non-peminum kopi.
Meski demikian, manfaat kopi tergolong kecil jika dibandingkan dengan pengaruh besar dari gaya hidup sehat secara menyeluruh. Oleh karena itu, konsumsi kopi sebaiknya tetap dibarengi dengan kebiasaan hidup sehat seperti rutin bergerak aktif, menjaga pola makan bergizi, serta menjauhi rokok.
Penelitian lanjutan pun masih diperlukan untuk memperkuat temuan-temuan tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni