RADARTUBAN – Penuaan pada kulit merupakan fenomena alamiah yang niscaya dialami oleh setiap manusia seiring dengan meningkatnya usia.
Namun, di balik faktor alami tersebut, terdapat berbagai aspek lain yang turut menjadi pemicu percepatan kondisi penuaan.
Selain dahsyatnya paparan sinar matahari, ada kebiasaan sehari-hari yang kerap luput disadari, tetapi berdampak besar pada kualitas kulit.
Penuaan Tidak Hanya Dipicu Faktor Eksternal
Dr. Mona Gohara, profesor klinis madya dermatologi di Yale School of Medicine, menjelaskan bahwa meski sinar matahari merupakan faktor eksternal yang dominan, pemicu utama penuaan sejatinya berasal dari mekanisme biologis intrinsik.
Proses ini berlangsung di dalam sel tubuh secara alami dan terus-menerus, terlepas dari seberapa sering seseorang terpapar sinar matahari.
1. Genetika Menentukan Laju Penuaan
Menurut Mona Gohara, setelah paparan matahari, penuaan mayoritas dipengaruhi oleh faktor internal atau penuaan intrinsik yang sangat ditentukan oleh genetika.
Seiring waktu, kemampuan sel kulit untuk memperbarui diri akan menurun. Produksi kolagen berkurang, sementara sistem perbaikan alami kulit menjadi semakin lambat.
Proses ini berlangsung secara perlahan dan konsisten, mengikuti “cetak biru” genetik yang telah dimiliki seseorang sejak lahir.
2. Stres yang Terakumulasi Diam-diam Merusak Kulit
Stres juga memiliki peran besar dalam mempercepat penuaan kulit. Gohara menjelaskan bahwa stres dan genetika saling berkaitan erat.
Ia mengibaratkan stres seperti aplikasi yang terus berjalan di latar belakang ponsel, menguras daya tanpa disadari.
Peningkatan hormon kortisol dalam jangka panjang dapat memicu peradangan, mengganggu kualitas tidur, serta merusak kolagen secara bertahap.
Untuk meredakannya, Gohara menyarankan aktivitas sederhana seperti pernapasan dalam, berjalan santai di ruang terbuka, peregangan, bernyanyi di mobil, atau berjoget ringan mengikuti musik.
3. Konsumsi Gula Berlebih Picu Kerutan Dini
Dr. Joshua Zeichner dari Departemen Dermatologi Mount Sinai Hospital mengungkapkan bahwa pola makan, khususnya konsumsi gula berlebih, sangat berpengaruh terhadap penuaan kulit.
Kadar gula darah tinggi dapat memicu proses glikasi, yakni kondisi ketika molekul gula mengikat kolagen dan membuatnya kaku serta rapuh.
Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas, muncul garis halus, kerutan, dan tampak mengendur. Mengurangi asupan gula, tepung, serta makanan olahan juga membantu menekan risiko jerawat.
4. Merokok, Musuh Besar Kulit Sehat
Gina Maccarone, MD, seorang ahli bedah kosmetik bersertifikasi, menegaskan bahwa merokok merupakan salah satu faktor paling merusak kulit setelah paparan sinar matahari.
Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke kulit terganggu. Jika berlangsung lama, proses regenerasi kulit akan terhambat dan kolagen rusak lebih cepat.
Sebagai langkah awal, Maccarone menyarankan perubahan kecil, seperti mengganti waktu merokok dengan berjalan kaki singkat atau mengunyah permen karet mint.
Langkah sederhana ini tidak hanya baik untuk paru-paru, tetapi juga membantu menjaga keremajaan kulit. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni