Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sering Bau Mulut Saat Puasa? Dokter Gigi Ungkap Penyebab dan Cara Mudah Mencegahnya

Siti Rohmah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:05 WIB

 

Ilustrasi seseorang menyikat gigi sebagai upaya menjaga kebersihan mulut
Ilustrasi seseorang menyikat gigi sebagai upaya menjaga kebersihan mulut

RADARTUBAN - Dokter gigi Usman Sumantri, M.K.M, menjelaskan bahwa bau mulut kerap muncul saat berpuasa akibat menurunnya produksi air liur.

Kondisi tersebut membuat bakteri di dalam rongga mulut lebih mudah berkembang dan memicu aroma tidak sedap.

Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia itu menegaskan bahwa bau mulut selama puasa sebenarnya dapat dicegah atau setidaknya diminimalkan dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.

Selain itu, pembersihan lidah juga dianjurkan karena permukaan lidah menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut.

Selama menjalankan puasa, Usman menyarankan agar menyikat gigi dilakukan minimal dua kali sehari.

Membersihkan sela gigi dengan benang gigi serta berkumur menggunakan obat kumur nonalkohol juga dapat membantu menjaga kesehatan  rongga mulut.

Ia menegaskan bahwa menyikat gigi saat berpuasa tidak membatalkan ibadah puasa, selama air atau pasta gigi tidak tertelan.

Waktu menyikat gigi yang dianjurkan antara lain setelah berbuka, sebelum tidur, dan setelah sahur.

Selain menjaga kebersihan mulut, asupan cairan juga berperan penting. Memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa dapat membantu mencegah mulut kering yang menjadi salah satu pemicu bau mulut.

Usman juga mengingatkan agar membatasi konsumsi makanan yang beraroma tajam dan berpotensi memperparah bau mulut.

Makanan seperti petai, jengkol, bawang mentah, makanan tinggi gula, serta makanan berlemak dapat mempercepat pertumbuhan bakteri atau memperlambat pencernaan.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan mulut menjadi kering.

Sebagai alternatif, ia menganjurkan konsumsi lebih banyak buah dan sayuran saat sahur maupun berbuka, karena jenis makanan tersebut dapat merangsang produksi air liur secara alami.

Selain itu, kebiasaan menjilat bibir saat terasa kering juga tidak dianjurkan. Air liur yang cepat menguap justru dapat membuat bibir semakin kering.

Penggunaan pelembap bibir yang aman serta mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka menjadi solusi yang lebih tepat.

Usman juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, setidaknya setiap enam bulan sekali, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#menyikat gigi #kebersihan gigi #rongga mulut #bau mulut