Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Larangan Makan Pedas Saat Berbuka Puasa, Pakar Gastroenterologi Tegaskan Tidak Mutlak dan Tergantung Kondisi Tubuh

Ika Nur Jannah • Minggu, 22 Februari 2026 | 07:10 WIB

Ilustrasi makanan pedas
Ilustrasi makanan pedas

RADARTUBAN - Larangan mengonsumsi makanan pedas saat berbuka puasa sering beredar di masyarakat, dengan kekhawatiran akan gangguan pencernaan seperti mulas atau diare.

Namun, pakar kesehatan menegaskan bahwa anjuran ini tidak mutlak, melainkan tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.

Pendapat Dokter Spesialis

Seorang Dr. Ari Fahrial Syam, Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi dari Kolegium PB-PAPDI, menyatakan tidak ada larangan mutlak makan cabai selama puasa.

Menurutnya, konsumsi makanan pedas dalam jumlah wajar masih aman bagi yang tidak memiliki riwayat masalah lambung, bahkan bisa memberikan manfaat seperti efek analgetik dari capsaicin.

Baca Juga: Benarkah Makanan Pedas Bisa Turunkan Demam? Begini Fakta Medis dan Mitosnya

Risiko bagi Kelompok Rentan

Bagi penderita maag atau gangguan pencernaan kronis, sebaiknya batasi atau hindari makanan pedas karena berpotensi memicu produksi asam lambung berlebih, nyeri perut, hingga mual.

Penderita ambeien juga perlu berhati-hati, karena sensasi panas dari cabai bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat membuang air besar.

Dr. Ari menyarankan tingkatkan serat dan cairan untuk menjaga stabilitas kondisi selama Ramadhan.

Tips Konsumsi Aman

Pakar memperingatkan menghindari berlebihan, memprioritaskan porsi kecil saat berbuka, dan mendengarkan sinyal tubuh.

Makanan pedas tetap bisa dinikmati sebagai pelengkap jika pencernaan sehat, sehingga puasa tetap nyaman tanpa mengorbankan selera. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#puasa #makanan pedas #gastroenterologi #gangguan pencernaan