Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sudah Rajin Olahraga Tapi Masih Stres? Dr. Tirta Sebut Risiko Penyakit Tetap Mengintai

Antika Luviana • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi seseorang yang stres karena menghadapi banyak tuntutan
Ilustrasi seseorang yang stres karena menghadapi banyak tuntutan
RADARTUBAN – Selama ini banyak masyarakat yang menganggap kesehatan hanya sebatas menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Padahal, ada satu faktor "tak kasatmata" yang jika dibiarkan bisa menjadi bom waktu bagi tubuh: stres.
 
Influencer kesehatan, dr. Tirta Hudhi, mewanti-wanti bahwa manajemen stres yang buruk berpotensi besar memicu penyakit kronis seperti diabetes melitus hingga hipertensi.
 
Stres Bukan Sekadar Masalah Pikiran
 
Dalam edukasi terbarunya, dokter yang akrab disapa Cipeng ini menjelaskan bahwa stres bukan sekadar urusan perasaan atau pikiran yang suntuk.
 
 
Secara medis, saat seseorang mengalami stres kronis, tubuh akan mengaktifkan sistem hipotalamus-hipofisis-adrenal. Kondisi ini memicu lonjakan hormon kortisol dan adrenalin.
 
"Kortisol itu memicu glukoneogenesis atau pemecahan gula dari protein. Kalau kortisol tinggi terus karena stres, produksi gula dalam tubuh jadi tinggi. Inilah yang meningkatkan risiko diabetes," terang dr. Tirta dalam unggahan di kanal YouTube-nya.
 
 
Dampak Stres terhadap Tekanan Darah
 
Tak hanya gula darah, tensi pun bisa ikut "meledak".Saat stres, sistem saraf simpatis akan aktif membuat pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih kencang.
 
Jika kondisi fight and flight ini terjadi terus-menerus, risiko hipertensi kronis pun tak terelakkan.
 
Pentingnya Memberi Jeda pada PikiranAlumnus Fakultas Kedokteran UGM ini memberikan perumpamaan menarik soal beban pikiran. Ibarat membawa galon seberat 20 kilogram, jika hanya diangkat satu menit tentu terasa ringan.
 
Namun, jika terus dipanggul seharian tanpa diletakkan, tangan pasti akan kesemutan dan mati rasa.
 
"Sama dengan beban kerja atau pikiran. Kalau tidak diletakkan atau diistirahatkan, kita bisa gila. Caranya? Ya harus break. Bisa dengan meditasi, menyalurkan hobi seperti mancing atau sekadar ngopi, hingga konsul ke psikolog jika sudah merasa berat," imbuhnya.
 
Kesehatan, menurut dr. Tirta, bukan hanya soal fisik yang kuat, tapi juga psikis yang terjaga.
 
"Percuma olahraga tiap hari kalau stres tidak dikontrol. Kesehatan itu paket lengkap, jasmani dan psikologis," pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kesehatan #stres #dr. Tirta #hipertensi #diabetes melitus