Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sering Tidur Seharian Saat Puasa? Awas, Bukannya Segar Malah Bikin Perut Buncit dan Badan Lemas

M Robit Bilhaq • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:34 WIB

 Ilustrasi Perut Buncit
Ilustrasi Perut Buncit

RADARTUBAN - Saat menjalankan ibadah puasa banyak orang yang mengisi waktu luangnya dengan cara tidur.

Sering kali, tidur diambil sebagai strategi untuk mengalihkan perhatian dari rasa lapar serta dahaga yang melanda saat puasa.

Meskipun pada dasarnya mendapatkan istirahat yang cukup sangat krusial bagi kebugaran fisik dan kelancaran produktivitas harian, namun menghabiskan waktu dengan tidur berlebihan saat puasa di bulan Ramadan justru dapat memicu efek buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Sering Begadang Tapi Ingin Produktif? Pakar Tidur Jelaskan Kunci Tubuh Tetap Optimal

Dokter Saraf Ungkap Dampak Tidur Berlebihan

Dr. Dina Meliana, SpS, yang merupakan seorang dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals TB Simatupang, menjelaskan bahwa kebiasaan tidur sepanjang hari bukannya membuat tubuh merasa segar, tetapi justru akan memicu rasa tidak bugar.

Dampak serius lainya adalah potensi terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh yang pada akhirnya berujung pada peningkatan berat badan yang tidak diinginkan.

Beliau menegaskan bahwa tidur dengan durasi yang terlalu lama justru tidak memberikan kesegaran bagi tubuh.

Kondisi fisik seseorang malah berisiko menjadi lemas, merasa kurang prima, dan tidak fit.

Selain itu, aktivitas yang hanya diisi dengan tidur seharian akan memicu tertimbunnya lemak dalam tubuh.

Istirahat Tetap Penting, Asal Tidak Berlebihan

Beristirahat di siang hari sebenarnya tetap diperlukan, asalkan durasi tidur dikontrol dengan baik dan tidak berlebihan.

Jika porsinya tepat, tidur justru mampu memulihkan energi dan mengembalikan vitalitas tubuh.

Panduan Pola Tidur Sehat Selama Ramadan

Agar kualitas istirahat tetap terjaga selama bulan suci, terdapat beberapa panduan pola tidur yang patut untuk diperhatikan:

1. Mempercepat Waktu Tidur

Aktivitas sahur mengharuskan seseorang untuk bangun jauh lebih awal dari jadwal rutin biasanya.

Mengacu pada saran dari Kementerian Kesehatan, dianjurkan untuk menggeser jam tidur menjadi lebih awal.

Sebagai ilustrasi, jika biasanya Anda baru beristirahat pada pukul 22.00 WIB, cobalah untuk memulai tidur satu jam lebih cepat dari waktu tersebut.

Baca Juga: Ternyata Ini Pertanda Psikologis Orang yang Tidur Pakai Kaus Kaki: Kamu Salah Satunya?

2. Mengatur Kondisi Lingkungan Tempat Tidur

Kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh suasana di dalam kamar.

Pastikan ruang tidur berada dalam keadaan senyap dan pencahayaan yang sangat minim.

Berdasarkan rekomendasi dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, disarankan untuk menjauhkan penggunaan perangkat teknologi seperti telepon genggam, komputer jinjing, maupun televisi sesaat sebelum waktu tidur.

Hal ini dikarenakan paparan cahaya biru (blue light) dari layar perangkat tersebut menurut berbagai riset dapat memperburuk kualitas tidur seseorang.

3. Menerapkan Metode Power Nap

Mengambil waktu untuk tidur siang dalam durasi yang sangat singkat, yaitu sekitar 20 hingga 30 menit, bisa menjadi solusi yang efektif.

Menurut penjelasan dr. Dina, teknik tidur sejenak ini sangat bermanfaat dalam membantu tubuh mengisi kembali cadangan energi yang terkuras selama berpuasa.

4. Menjaga Komposisi Makanan

Pola makan saat berbuka juga memiliki korelasi dengan kualitas tidur.

Sebaiknya batasi konsumsi hidangan yang memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi, makanan yang terlalu pedas, serta gorengan yang kaya akan minyak.

Jenis makanan tersebut memaksa sistem pencernaan untuk bekerja lebih keras, yang mana beban kerja berlebih ini berisiko mengganggu ketenangan waktu istirahat Anda di malam hari.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#puasa #kesehatan #pola tidur #Tidur berlebihan #perut buncit