Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bahaya Ngide Minum Obat dobel dosis dan Antibiotik : Risiko Gagal Ginjal Hingga Resistensi Bakteri

Rista Dwi Indarwati • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:35 WIB

Pola hidup modern pengaruhi konsumsi kapsul
Pola hidup modern pengaruhi konsumsi kapsul

RADARTUBAN – Mengkonsumsi obat saat kondisi tubuh merasa tidak fit seolah sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi sebagian besar masyarakat.

Akan tetapi, niat awal yang ingin menyembuhkan penyakit justru bisa berujung malapetaka apabila dilakukan dengan cara yang salah.

Kebiasaan "ngide" atau berinisiatif menambah dosis secara mandiri hingga menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya merupakan ancaman serius bagi kesehatan organ tubuh, terutama ginjal dan hati.

Ambang Batas Dosis dan Risiko Racun

Apoteker Eza Riyeni, praktisi farmasi Rumah Sakit dan orang di balik @apotekerhack, menjelaskan bahwa kesalahan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia adalah menggandakan dosis obat ketika merasa keluhan tidak juga membaik.

"Kalau demam tidak mereda, langsung diminum dua atau tiga tablet. Pada kenyataannya, terdapat ambang batas dosis toksik di mana tubuh mulai menganggap obat tersebut sebagai racun," terang Eza dalam sesi diskusi kesehatan dalam chanel YouTube Rory Asyari.

Baca Juga: Waspada! BPOM Temukan Puluhan Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat

Ancaman Resistensi Akibat Salah Penggunaan Antibiotik

Salah satu topik yang paling menjadi sorotan adalah permasalahan penggunaan antibiotik.

Banyak masyarakat yang membeli antibiotik secara bebas untuk mengatasi penyakit ringan seperti flu atau batuk, yang sesungguhnya disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Yang lebih memprihatinkan, konsumsi antibiotik sering dihentikan begitu saja setelah merasa kondisi membaik.

Kebiasaan tersebut menyebabkan bakteri dalam tubuh bermutasi dan menjadi kebal (resistensi), sehingga di masa depan penyakit yang serupa akan jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Waspada Efek Samping Obat 'Ajaib'

Tidak hanya itu, penggunaan obat "ajaib" seperti dexamethasone untuk menambah berat badan juga sangat berisiko.

"Efek moon face atau wajah yang membengkak itu sebenarnya merupakan retensi cairan atau penumpukan cairan, yaitu efek samping, bukan penambahan berat badan yang sehat," papar Eza.

Ia juga memperingatkan bahwa obat hisap untuk radang tenggorokan tertentu yang sering diasumsikan sebagai permen sesungguhnya adalah antibiotik yang tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Pentingnya Diagnosis Penyebab dan Konsultasi Ahli

Ahli kesehatan mengharuskan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri sebelum buru-buru menelan obat.

Menemukan penyebab utama seperti kurang tidur, stres, atau pola makan yang tidak sehat jauh lebih penting daripada sekadar meredam gejala.

Penggunaan obat herbal atau terapi alami seperti mengompres saat demam bisa menjadi langkah awal yang lebih aman.

Masyarakat diminta untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga profesional, baik dokter maupun apoteker, sebelum mengonsumsi obat-obatan yang termasuk dalam kategori keras.

"Jangan sampai keputusan medis diambil berdasarkan diagnosa mandiri atau sekadar mengikuti saran dari teman. Ingat, obat dapat menjadi penyembuh, namun di tangan yang salah, ia justru menjadi racun," tutup Eza. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bakteri #gagal ginjal #antibiotik #mengkonsumsi obat #Dosis