RADARTUBAN - Banyak orang memiliki persepsi bahwa tingginya kadar glukosa dalam tubuh merupakan indikasi mutlak dari penyakit diabetes.
Padahal, kondisi melonjaknya gula darah tidak hanya disebabkan oleh penyakit tersebut, melainkan dapat dipicu oleh beragam elemen lain, mulai dari faktor keturunan atau genetik, kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, hingga minimnya kegiatan fisik dalam keseharian.
Gula Darah Tinggi Tidak Selalu Diabetes
Salah satu metode sederhana yang telah teruji kemanjurannya dalam menjaga kestabilan kadar gula darah adalah dengan melakukan aktivitas berjalan santai sesudah menyantap makan malam.
Kaitlin Hippley, seorang pakar diet sekaligus instruktur diabetes bersertifikat, menjelaskan bahwa kegiatan fisik dengan intensitas ringan ini sangat membantu sistem metabolisme tubuh dalam mengelola glukosa secara lebih efisien.
Menurut Hippley, kebiasaan berjalan kaki setelah makan malam akan menstimulasi otot-otot tubuh untuk mengubah glukosa yang berasal dari asupan makanan menjadi energi.
Proses inilah yang kemudian berperan penting dalam mengendalikan kadar gula agar tetap berada pada batas normal. Terdapat empat kegunaan utama dari aktivitas berjalan kaki setelah makan dalam upaya menjaga keseimbangan glukosa tubuh:
1. Menciptakan Keseimbangan Kadar Gula Darah
Melakukan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat, seperti berjalan kaki, diketahui dapat meningkatkan respons atau sensitivitas hormon insulin pasca makan.
Ketika sel-sel di dalam tubuh menjadi lebih peka terhadap kinerja insulin, maka glukosa dapat diserap dengan maksimal untuk kemudian dikonversi menjadi tenaga bagi tubuh.
Mekanisme ini secara langsung dapat mencegah terjadinya lonjakan kadar gula yang drastis setelah kita mengonsumsi makanan.
2. Mengurangi Kadar Gula Menjelang Waktu Istirahat Malam
Kondisi gula darah yang terlampau tinggi di malam hari memiliki risiko untuk terus bertahan hingga keesokan paginya.
Hal ini biasanya terjadi jika seseorang mengonsumsi hidangan dengan kandungan lemak tinggi yang dapat menghambat kenaikan glukosa sekaligus memperbesar resistensi terhadap insulin.
Dengan berjalan kaki, otot-otot secara aktif akan menyerap glukosa untuk digunakan sebagai bahan bakar, bahkan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan hormon insulin.
3. Mengoptimalkan Kepekaan Tubuh Terhadap Insulin
Setiap asupan karbohidrat yang masuk saat makan malam secara alami akan diurai menjadi glukosa, yang kemudian memicu kenaikan kadar gula darah.
Aktivitas berjalan kaki setelah bersantap membantu meningkatkan efektivitas sel dalam merespons kehadiran insulin.
Dengan demikian, glukosa yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan dapat segera dimanfaatkan oleh tubuh.
Manfaat dari peningkatan sensitivitas ini dapat dirasakan baik secara instan maupun sebagai investasi kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Tahu, 5 Jenis Teh yang Terbukti Ampuh Menurunkan Gula Darah Menurut Ahli
4. Membantu Meningkatkan Kenyamanan Tidur
Kondisi glukosa yang tinggi sebelum seseorang terlelap dapat mengganggu siklus istirahat, seperti seringnya terbangun di tengah malam akibat dorongan untuk buang air kecil.
Dengan memastikan kadar gula tetap stabil sebelum naik ke tempat tidur, seseorang akan mendapatkan kualitas tidur yang jauh lebih nyenyak.
Kualitas tidur yang terjaga dengan baik ini pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada pengendalian kadar gula darah saat terbangun di pagi hari.
Kebiasaan Sederhana untuk Kesehatan Jangka Panjang
Hippley menegaskan bahwa kadar glukosa yang terjaga kestabilannya sebelum waktu tidur dapat meminimalkan risiko gangguan istirahat yang sering kali dipicu oleh fluktuasi gula darah.
Melalui penerapan rutinitas yang tergolong mudah ini, ancaman lonjakan gula darah di malam hari dapat diredam sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung kesehatan fisik secara total. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni