RADARTUBAN - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat menghentikan kebiasaan menyentuh bayi dan balita saat silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini diambil untuk mencegah penularan Campak yang berisiko tinggi di tengah keramaian keluarga.
Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Saat Silaturahmi
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan hal tersebut dalam konferensi pers virtual pada Jumat (6/3).
"Kebiasaan menyentuh anak balita dan bayi, terutama saat Lebaran, sebaiknya dikurangi bahkan dihindari karena risiko penularan yang tinggi," tegasnya, dikutip dari Kompas.com.
Andi menekankan masyarakat harus lebih waspada saat berkumpul bersama keluarga besar, terutama ketika terdapat anak kecil di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Waspada! Wabah Campak Menyebar ke Tuban
Waspadai Gejala Campak pada Anak
Ia juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada campak, seperti demam dan ruam kemerahan di kulit.
Selain itu, anak yang menunjukkan gejala tersebut sebaiknya tidak dibawa ke tempat keramaian agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Imbauan Hindari Keramaian Jika Sakit
Kemenkes juga menegaskan bahwa penderita campak sebaiknya tidak menghadiri kegiatan wisata atau acara dengan banyak orang selama masa sakit.
Lebih baik penderita tetap berada di rumah hingga benar-benar pulih demi mencegah penyebaran virus kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.
Bayi dan balita sendiri termasuk kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit ini.
Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi potensi lonjakan kasus selama periode libur Lebaran mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni