Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penuaan Kulit Ternyata Dimulai Sejak Pubertas, Dokter Ungkap Cara Agar Tetap Glowing

Lailatul Khusna Febriyanti • Kamis, 12 Maret 2026 | 12:05 WIB

Ilustrasi penuaan dini
Ilustrasi penuaan dini

RADARTUBAN– Banyak yang mengira kerutan dan flek hitam hanya menjadi Ancaman bagi mereka yang sudah berkepala empat. Namun, anggapan tersebut dipatahkan oleh fakta medis terbaru.

Proses penuaan kulit atau aging ternyata sudah mulai "mengintai" sejak seseorang memasuki masa puber, yakni di usia 20-an.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Wiwi Widjaya Chandra, SpKK, mengungkapkan bahwa gaya hidup modern menjadi pemicu utama cepatnya tanda-penuaan muncul pada usia muda. Mulai dari paparan gawai hingga tingkat stres yang tinggi.

"Penuaan itu sebenarnya mulai terjadi setelah kita mulai puber. Jadi pada usia 20 tahun juga sudah terjadi penuaan. Biasanya pori-pori mulai terlihat lebih besar, timbul kerut halus, dan jerawat," terangnya dalam sebuah sesi edukasi kesehatan.

Baca Juga: Waspada! Ahli Ungkap 4 Kebiasaan Harian yang Diam-diam Mempercepat Penuaan

Waspadai Faktor Ekstrinsik dan Bahaya Sinar Matahari

Menurut dr. Wiwi, ada dua faktor utama penuaan: intrinsik (genetik dan usia) serta ekstrinsik (lingkungan). Faktor ekstrinsik inilah yang sebenarnya bisa diminimalisir. Musuh nomor satu kulit di daerah tropis seperti Indonesia adalah sinar matahari.

Ia menekankan pentingnya penggunaan sunscreen atau tabir surya yang tidak hanya memiliki SPF tinggi, tapi juga memiliki label broad spectrum atau PA untuk menangkal sinar UVA.

"UVA ini yang paling berperan terhadap penuaan dini, membuat kulit cepat berkerut, sagging (kendur), dan pigmentasi. Jadi nggak cukup hanya SPF 50 atau 100, harus ada perlindungan terhadap UVA juga," tegasnya.

Bahkan, bagi warga yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan (indoor), penggunaan tabir surya tetap wajib hukumnya.

Sebab, paparan blue light dari layar handphone dan lampu ruangan juga bisa memicu masalah pigmentasi pada kulit yang sensitif.

Skincare Malam Sebagai Kunci Regenerasi

Jika siang hari kulit butuh perlindungan, maka malam hari adalah waktu bagi kulit untuk "memperbaiki diri". dr. Wiwi menjelaskan bahwa regenerasi kulit mencapai puncaknya saat kita beristirahat.

Penggunaan krim malam yang mengandung bahan aktif sangat membantu merangsang kolagen dan elastin.

"Kolagen itu yang membuat struktur kulit kenyal, sedangkan elastin membuat kulit elastis. Di malam hari, pemakaian krim juga memberikan efek eksfoliasi untuk membuang pigmen mati dan menghambat pembentukan pigmen baru," imbuhnya.

Teknologi Laser: Solusi Modern Tanpa Menipiskan Kulit

Bagi yang menginginkan hasil lebih maksimal, teknologi medis seperti laser kini menjadi pilihan populer.

Namun, masih banyak mitos yang menyebut laser bisa membuat kulit tipis. dr. Wiwi menepis anggapan tersebut. Justru, laser teknologi terbaru berfungsi merangsang pembentukan kolagen di lapisan dalam kulit.

"Laser itu tidak mengelupas kulit, justru merangsang kolagen. Kalau dilihat secara mikroskopik, kulit orang yang rutin laser malah lebih tebal, kencang, dan pori-porinya halus hampir tidak kelihatan," jelas dokter yang berpraktik di Mandaya Royal Hospital tersebut.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa setiap jenis kulit memiliki kebutuhan yang berbeda.

Konsultasi dengan ahli tetap menjadi langkah pertama yang paling krusial sebelum menentukan jenis treatment atau produk skincare yang akan digunakan agar hasil yang didapat bisa optimal dan tetap sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pubertas #Glowing #flek hitam #dokter kulit #penuaan