RADARTUBAN – Kebiasaan sepele saat membuka mata di pagi hari ternyata bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
Banyak orang yang belum menyadari bahwa lonjakan aktivitas secara mendadak setelah bangun tidur, termasuk langsung memeriksa notifikasi ponsel, menjadi salah satu pemicu risiko serangan jantung.
Secara medis, risiko serangan jantung memang tercatat lebih tinggi pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 10.00 pagi. Hal ini disebabkan oleh kondisi fisiologis tubuh yang sedang mengalami transisi dari mode istirahat ke mode siaga.
"Serangan jantung di pagi hari sering kali bukan karena makanan atau olahraga, tapi karena masalah timing atau waktu yang terjadi 1 sampai 2 jam setelah kita bangun pagi," ungkap narasi dalam edukasi kesehatan tersebut.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Jantung Berhenti Saat Bersin?
Lonjakan Hormon dan Tekanan Darah
Saat seseorang terbangun, tubuh secara otomatis mengalami peningkatan hormon kortisol. Tak hanya itu, tekanan darah akan naik, detak jantung meningkat, dan sistem saraf simpatik mulai aktif.
Kondisi darah di pagi hari juga cenderung lebih kental dibandingkan waktu lainnya.
Proses tersebut sebenarnya adalah hal normal yang dialami tubuh manusia. Namun, masalah besar akan muncul ketika fase transisi ini dipercepat secara tiba-tiba oleh pemicu eksternal yang membuat tubuh kaget.
Picu Stres Akut pada Jantung
Ada empat kebiasaan buruk yang sering tidak disadari bisa mempercepat fase transisi tersebut.
Di antaranya adalah langsung duduk dengan cepat setelah bangun, mengecek notifikasi pekerjaan, membaca pesan yang memicu kecemasan, hingga terpapar cahaya layar gadget secara langsung.
Kondisi tubuh yang semula rileks dipaksa masuk ke mode siaga penuh dalam sekejap. Bagi individu yang memiliki riwayat hipertensi atau sudah berusia di atas 40 tahun, hal ini sangat berbahaya karena bisa memicu stres akut.
"Momen stres akut bisa menjadi pemicu terakhir pada kondisi yang sudah rentan. Itulah yang dimaksud dengan scheduling error. Bukan sumbatannya tiba-tiba muncul, tetapi lonjakan fisiologis yang datang terlalu cepat," jelasnya.
Baca Juga: Akhirnya, Klinik Jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban On Lagi Setelah Hampir Sebulan Tidak Beroperasi
Mulailah Pagi dengan Perlahan
Guna meminimalisir risiko tersebut, masyarakat disarankan untuk mengubah pola aktivitas setelah terbangun.
Langkah pertama yang paling sederhana adalah dengan tidak langsung beranjak dari tempat tidur.
Masyarakat diimbau untuk mengambil nafas dalam-dalam selama beberapa detik dan duduk secara perlahan sebelum benar-benar berdiri.
Selain itu, mengonsumsi air putih dengan suhu ruangan sangat dianjurkan untuk membantu menghidrasi tubuh yang baru bangun.
"Jangan pegang handphone atau gadget selama 5 sampai 10 menit pertama. Hindari langsung membuka HP, terutama membaca berita yang memicu rasa khawatir (triggering)," pungkasnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama