Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Asal Tegak, Begini Cara Minum Vitamin Yang Benar Agar Tak Buang Duit Percuma

Lailatul Khusna Febriyanti • Sabtu, 11 April 2026 | 21:04 WIB
Ilustrasi berbagai jenis vitamin yang dikonsumsi. (Freepik.com)
Ilustrasi berbagai jenis vitamin yang dikonsumsi. (Freepik.com)

RADARTUBAN – Kesadaran masyarakat akan kesehatan pascapandemi terus meningkat. Salah satunya ditunjukkan dengan tren konsumsi suplemen dan vitamin yang kian masif.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa efektivitas vitamin bukan hanya soal harga atau merek, melainkan ketepatan waktu dan cara konsumsinya. Jika salah langkah, suplemen yang harganya ratusan ribu rupiah tersebut justru tidak akan memberikan faedah bagi tubuh.

Pakar kesehatan sekaligus content creator, Grace Tahir melalui kanal YouTube miliknya mengungkapkan, kesalahan dalam meminum vitamin dapat menyebabkan nutrisi tersebut tidak terserap optimal.

Tubuh hanya akan membuangnya lewat sistem ekskresi tanpa mengambil manfaat kesehatan yang diharapkan.

Pahami Bedanya Larut Lemak dan Larut Air

Dalam dunia medis, vitamin dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yakni vitamin larut lemak dan larut air. Perbedaan karakteristik ini menentukan kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya.

Vitamin yang larut dalam lemak, seperti Vitamin A, D, E, dan K, membutuhkan bantuan lemak dari makanan agar bisa diserap dinding usus.

“Waktu terbaiknya adalah setelah makan utama yang mengandung sedikit lemak sehat, bisa telur, ikan, alpukat, atau kacang-kacangan. Kalau diminum saat perut kosong, penyerapannya bisa jauh berkurang,” terang Grace dalam video tersebut.

Sebaliknya, vitamin larut air seperti Vitamin C dan Vitamin B kompleks memiliki sifat yang lebih fleksibel.

Namun, bagi pemilik lambung sensitif, disarankan untuk tetap mengonsumsinya setelah makan guna menghindari efek perih atau rasa tidak nyaman pada ulu hati.

Waspadai Interaksi dengan Kopi dan Teh

Selain masalah waktu, interaksi antarzat juga menjadi poin krusial.

Salah satu yang paling sering diabaikan adalah konsumsi zat besi. Kandungan seperti ferrous sulfate atau ferrous fumarate seharusnya diminum saat perut relatif kosong. Namun, masyarakat kerap meminumnya bersamaan dengan teh, kopi, atau susu.

Kandungan tanin dalam teh dan kalsium pada susu diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi secara signifikan. "Idealnya adalah dijeda sekitar satu sampai dua jam," tegasnya.

Tak hanya itu, kalsium dan zat besi juga tidak boleh "beradu" di waktu yang sama. Jika dikonsumsi bersamaan, salah satu dari mineral tersebut dipastikan tidak akan terserap secara optimal oleh tubuh.

Multivitamin Paling Aman Dikonsumsi Setelah Makan

Bagi masyarakat yang memilih mengonsumsi multivitamin atau suplemen yang mengandung berbagai jenis nutrisi dalam satu tablet, waktu setelah makan adalah pilihan paling bijak. Hal ini dikarenakan multivitamin mengandung campuran vitamin larut air dan larut lemak.

“Waktu paling aman minum multivitamin adalah setelah makan. Ini membantu mencegah mual dan meningkatkan penyerapan vitamin yang larut lemak,” imbuhnya.

Edukasi mengenai cara konsumsi ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat agar lebih cermat.

Kesehatan memang mahal, namun menjadi sia-sia jika usaha yang dilakukan tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang tepat. Jangan sampai uang habis, tapi raga tak mendapat manfaat apa-apa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kesehata #nutrisi #vitamin #tubuh