Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Persingkat Tidur, Vishal Dasani Beber Resep Ampuh Atasi Insomnia: Mulai Cahaya Pagi hingga Brain Dumping

Nadia Nur Riyadotul Aicha • Sabtu, 18 April 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi Perempuan yang sedang tidur.
Ilustrasi Perempuan yang sedang tidur.

RADARTUBAN – Masalah insomnia bukan sekadar mata enggan terpejam, melainkan sering kali dipicu pola pikir keliru yang memaksa otak untuk tidur saat kondisi tubuh belum benar-benar siap.

Dalam obrolan bersama Raditya Dika, sleep coach Vishal Dasani menegaskan bahwa tidur adalah proses alami yang harus dipersiapkan dengan tenang tanpa perlu dipaksakan secara berlebihan.

Putus Asosiasi Negatif Kasur

Kesalahan fatal penderita sulit tidur adalah membiarkan diri terjebak di kasur dalam kondisi melek, sehingga otak justru merekam tempat tidur sebagai ruang pemicu stres dan kecemasan.

"Jika dalam 15 menit belum terlelap, segera bangun dan cari kegiatan membosankan di luar kamar agar otak tidak mengasosiasikan kasur sebagai tempat begadang yang penuh tekanan," saran Vishal.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Overthinker di Malam Hari, Bikin Sulit Tidur dan Gelisah

Cahaya Pagi Kunci Malam

Vishal mengungkapkan rahasia bahwa kualitas istirahat malam sangat bergantung pada paparan cahaya matahari di satu jam pertama setelah bangun pagi guna menyetel ulang ritme sirkadian tubuh.

Paparan cahaya tersebut bertindak sebagai sinyal agar otak memicu produksi hormon melatonin tepat 14 jam kemudian, sehingga rasa kantuk akan datang secara otomatis di waktu yang tepat.

"A good night sleep begins in the morning," tegasnya mengenai pentingnya memulai aktivitas pagi dengan paparan sinar terang demi tidur nyenyak di malam hari.

Brain Dumping untuk Overthinking

Pikiran yang gaduh saat hendak tidur dapat ditenangkan melalui teknik brain dumping, yakni memindahkan beban pikiran ke buku catatan atau pesan suara agar mental terasa lebih ringan.

"Dengan mengeluarkan segala beban kognitif sebelum naik ke peraduan, otak akan merasa lebih rileks dan siap untuk memasuki fase pemulihan yang maksimal," tambahnya.

Konsistensi adalah Kunci

Vishal mengimbau masyarakat untuk menjaga jadwal bangun-tidur yang konsisten setiap hari dan menghindari kafein di sore hari agar tidak merusak kualitas deep sleep.

"Tidur merupakan bakat alami setiap manusia, kita hanya perlu mengatur lingkungan dan kebiasaan yang tepat agar tubuh mampu beristirahat secara optimal," pungkasnya.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sleep coach #vishal dasani #insomnia #tidur