RADARTUBAN – Masalah insomnia bukan sekadar mata enggan terpejam, melainkan sering kali dipicu pola pikir keliru yang memaksa otak untuk tidur saat kondisi tubuh belum benar-benar siap.
Dalam obrolan bersama Raditya Dika, sleep coach Vishal Dasani menegaskan bahwa tidur adalah proses alami yang harus dipersiapkan dengan tenang tanpa perlu dipaksakan secara berlebihan.
Putus Asosiasi Negatif Kasur
Kesalahan fatal penderita sulit tidur adalah membiarkan diri terjebak di kasur dalam kondisi melek, sehingga otak justru merekam tempat tidur sebagai ruang pemicu stres dan kecemasan.
"Jika dalam 15 menit belum terlelap, segera bangun dan cari kegiatan membosankan di luar kamar agar otak tidak mengasosiasikan kasur sebagai tempat begadang yang penuh tekanan," saran Vishal.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Overthinker di Malam Hari, Bikin Sulit Tidur dan Gelisah
Cahaya Pagi Kunci Malam
Vishal mengungkapkan rahasia bahwa kualitas istirahat malam sangat bergantung pada paparan cahaya matahari di satu jam pertama setelah bangun pagi guna menyetel ulang ritme sirkadian tubuh.
Paparan cahaya tersebut bertindak sebagai sinyal agar otak memicu produksi hormon melatonin tepat 14 jam kemudian, sehingga rasa kantuk akan datang secara otomatis di waktu yang tepat.
"A good night sleep begins in the morning," tegasnya mengenai pentingnya memulai aktivitas pagi dengan paparan sinar terang demi tidur nyenyak di malam hari.
Brain Dumping untuk Overthinking
Pikiran yang gaduh saat hendak tidur dapat ditenangkan melalui teknik brain dumping, yakni memindahkan beban pikiran ke buku catatan atau pesan suara agar mental terasa lebih ringan.
"Dengan mengeluarkan segala beban kognitif sebelum naik ke peraduan, otak akan merasa lebih rileks dan siap untuk memasuki fase pemulihan yang maksimal," tambahnya.
Konsistensi adalah Kunci
Vishal mengimbau masyarakat untuk menjaga jadwal bangun-tidur yang konsisten setiap hari dan menghindari kafein di sore hari agar tidak merusak kualitas deep sleep.
"Tidur merupakan bakat alami setiap manusia, kita hanya perlu mengatur lingkungan dan kebiasaan yang tepat agar tubuh mampu beristirahat secara optimal," pungkasnya.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni