Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tempe VS TAHU! Sama-Sama Sehat, Tapi Mana yang Paling Bergizi? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Tempe dan Tahu.

M Robit Bilhaq • Sabtu, 18 April 2026 | 12:21 WIB
Tempe dan tahu berasal dari kedelai, tapi kandungan gizinya berbeda. (RADARTUBAN/AI)
Tempe dan tahu berasal dari kedelai, tapi kandungan gizinya berbeda. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – perdebatan terkait perbandingan antara tempe dan tahu tidak hanya berkisar pada preferensi lidah, tetapi juga menyentuh aspek nilai nutrisinya.

Meskipun kedua makanan tersebut sama sama menggunakan kedelai sebagai bahan utama, perbedaan saat pemrosesannya menyebabkan profil gizi yang dimiliki keduanya tidak sama. 

Seiring dengan tingginya popularitas tahu dan tempe, tak jarang muncul pertanyaan terkait mana yang lebih berkualitas secara gizi.

Tempe dan tahu sebenarnya menawarkan sederet khasiat kesehatan yang serupa.

Kedua jenis makanan tersebut banyak mengandung fitoestrogen dalam bentuk isoflavon.

Baca Juga: Artisan Tempe Karya Diaspora Indonesia di Karibia, Inovasi Estetika pada Bahan Pangan Sederhana

Isoflavon adalah senyawa nabati yang bekerja dengan cara menyerupai hormon estrogen di dalam tubuh manusia, dan berperan penting dalam sistem reproduksi serta proses perkembangan seksual.

Zat tersebut biasanya dihubungkan dengan berbagai dampak positif untuk tubuh, mulai dari meminimalisir risiko jenis kanker tertentu hingga berperan dalam memelihara kebugaran jantung.

Berbagai riset mengindikasikan bahwa kebiasaan mengonsumsi produk kedelai berhubungan dengan menurunnya risiko gangguan jantung, karena makanan tersebut dapat memengaruhi jumlah trigliserida serta kadar kolesterol.

Dalam sebuah pengujian yang dilakukan terhadap hewan, menunjukkan bahwa tempe yang telah diperkaya dengan nutrisi tambahan mampu menekan kadar kolesterol dan trigliserida secara signifikan.

Di sisi lain, sebuah riset yang melibatkan 45 orang pria menunjukkan bahwa pola makan yang mengandalkan tahu dapat membantu menurunkan total kolesterol dan trigliserida jika dikomparasikan dengan pola makan yang berbasis pada daging tanpa lemak.

Meskipun keduanya memiliki banyak kemiripan, terdapat beberapa perbedaan signifikan yang perlu diperhatikan antara tempe dan tahu.
Salah satu poin utamanya adalah tempe memiliki konsentrasi prebiotik yang jauh lebih melimpah.

Prebiotik adalah jenis serat yang memang tidak dapat diproses oleh sistem pencernaan tubuh, namun berguna sebagai asupan bagi bakteri menguntungkan yang hidup di usus.

Manfaat yang ditawarkan diantaranya adalah membantu kelancaran sistem pencernaan, meredakan peradangan, mengecilkan kadar kolesterol, hingga memiliki potensi untuk mengoptimalkan kemampuan kognitif otak.

Dengan kandungan serat yang sangat tinggi, tempe memiliki keunggulan prebiotik yang lebih besar jika dibandingkan dengan tahu.

Terdapat sebuah hasil pengujian di laboratorium yang menunjukkan bahwa tempe memiliki kemampuan untuk mendorong perkembangan bakteri baik, seperti jenis Bifidobacterium.

Sangat disarankan untuk tidak mengolah tempe maupun tahu dengan cara digoreng, guna untuk memperoleh khasiat kesehatan yang paling optimal, 

Metode memasak yang dinilai lebih sehat diantaranya yaitu teknik pemanggangan, ditumis sebentar, atau menggunakan cara memasak lainnya yang hanya memerlukan sedikit minyak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gizi #tempe #tahu #sehat #kedelai