Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Stevia! Rahasia Manis Tanpa Takut Kalori yang Berasal dari Daun Alami

M Robit Bilhaq • Sabtu, 18 April 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi daun stevia. (Jawapos.com)
Ilustrasi daun stevia. (Jawapos.com)

RADARTUBAN – Keterbatasan dalam mengonsumsi makanan tertentu kini bukan lagi penghalang besar untuk tetap menikmati kelezatan kuliner, terutama berkat inovasi bahan pangan alternatif yang semakin beragam.

Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti kadar gula darah tinggi, mencari pengganti rasa manis yang aman merupakan langkah krusial agar tidak terjadi lonjakan glukosa yang membahayakan tubuh.

Saat ini, eksplorasi terhadap berbagai jenis pemanis buatan maupun alami semakin terbuka lebar hingga setiap individu dapat menemukan pilihan yang paling cocok dengan preferensi lidah mereka.

Salah satu pilihan yang sangat populer adalah gula stevia, yang menurut data kesehatan berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, tumbuhan asli yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di Brasil serta Paraguay.

Baca Juga: Mengenal Daun Stevia, Tanaman Pengganti Gula dengan Manfaat Luar Biasa

Kekuatan utama dari daun stevia terletak pada senyawa stevioside dan rebaudioside, yang mampu menghasilkan sensasi manis hingga ratusan kali lipat dibandingkan dengan gula pasir konvensional pada umumnya.

Karena tingkat kemanisannya yang sangat pekat, penggunaan stevia dalam makanan atau minuman hanya memerlukan jumlah yang sangat sedikit, sehingga secara otomatis asupan kalori harian dapat ditekan secara signifikan.

Proses pembuatan ekstraknya pun tergolong alami, menyerupai teknik menyeduh teh di mana daun dimasak dengan air hingga glikosida steviol keluar, lalu dikeringkan menjadi bentuk bubuk yang murni.

Dalam konteks medis, stevia dipandang sangat membantu penderita diabetes atau mereka yang sedang menjalani program diet ketat karena kandungan karbohidratnya yang jauh lebih rendah daripada gula biasa.

Rendahnya karbohidrat ini membuat tubuh tidak mengalami kenaikan gula darah secara drastis, bahkan stevia diyakini memiliki efek anti-diabetes yang mampu memperbaiki sensitivitas insulin dalam sistem metabolisme.

Selain masalah glukosa, stevia juga memiliki manfaat potensial dalam menjaga kesehatan jantung dengan cara membantu melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan pengeluaran natrium melalui urine.

Penelitian menunjukkan bahwa sifat kardiotonik pada stevia dapat membantu menormalkan tekanan darah dan mengatur ritme detak jantung agar tetap stabil dan sehat bagi penggunanya.

Dari sisi kesehatan mulut, stevia menjadi solusi jitu untuk mencegah kerusakan enamel gigi karena tidak menyediakan asupan bagi bakteri mulut yang biasanya memicu produksi asam penyebab lubang.

Meski demikian, kita tetap harus waspada terhadap efek sampingnya, karena pemanis rendah kalori ini berisiko mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus yang penting bagi imunitas tubuh.

Ketidakseimbangan mikrobiota usus tersebut juga dikhawatirkan dapat memengaruhi kontrol kolesterol serta berat badan, apalagi jika seseorang justru makan berlebihan karena merasa sudah menghemat kalori dari gula.

Beberapa produk di pasar terkadang mencampur stevia dengan gula alkohol seperti sorbitol yang mungkin memicu gangguan pencernaan bagi mereka yang memiliki perut sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

Terakhir, bagi individu yang sedang mengonsumsi obat-obatan untuk tekanan darah rendah atau gula darah rendah, penggunaan stevia sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut karena sifatnya yang dapat memengaruhi efektivitas terapi medis. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#stevia #diabetes #glukosa #gula #Rasa manis