Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Salah Makan! Sering Kembung dan Kentut Bisa Jadi Sinyal Bahaya dari Sistem Pencernaan Anda

M Robit Bilhaq • Sabtu, 25 April 2026 | 15:16 WIB
ilustrasi seseorang sedang sakit perut. (Jawapos.com)
ilustrasi seseorang sedang sakit perut. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Fenomena perut kembung atau sering buang angin yang terlalu sering ternyata bukan permasalahan makanan atau kebiasaan ringan belaka saja.

Kondisi tersebut dapat ternyata dapat menjadi indikator awal adanya gangguan pencernaan yang lebih parah, terlebih jika dibarengi dengan rasa sakit atau terjadinya pergeseran pada kebiasaan buang air besar.

Merujuk pada laporan dari Better Health Channel, setiap individu memiliki intensitas kentut yang tidak sama karena sangat bergantung pada asupan nutrisi serta kondisi biologis masing-masing.

Baca Juga: Ternyata Kentut Ada Jenisnya Dan Bisa Menjadi Pertanda Kondisi Tubuh Kita, Berikut Penjelasannya

Dalam rentang waktu satu hari, ada kelompok orang yang hanya mengeluarkan gas beberapa kali saja, tetapi ada juga yang frekuensinya menyentuh angka puluhan kali, dengan rata-rata normal sekitar 15 kali sehari.

Meskipun begitu, saat jumlahnya bertambah secara signifikan dan dibarengi dengan berbagai keluhan medis lainnya, keadaan tersebut seharusnya tidak boleh disepelekan.

Gas yang menumpuk dengan berlebihan di dalam rongga perut berisiko memicu ketidaknyamanan fisik, mulai dari sensasi begah, kram otot perut, hingga rasa nyeri yang menusuk.

Dampaknya pun tidak hanya menyasar kesehatan fisik, tetapi juga merambah ke aspek psikis penderitanya.

Penderita biasanya akan muncul perasaan rendah diri atau kecemasan sosial akibat kesulitan dalam mengendalikan buang angin, terutama saat sedang berada di lingkungan formal atau tempat umum.

Terdapat beberapa karakteristik gas pencernaan yang patut diketahui, yaitu aroma yang sangat tajam, keluar dengan dorongan yang kuat, adanya rasa tidak enak di perut, hingga timbulnya suara bising dari bagian perut bawah.

Terdapat banyak aspek yang bisa menyebabkan produksi gas di dalam tubuh meningkat secara berlebih.

Di antaranya adalah kebiasaan menelan udara terlalu banyak seperti saat mengonsumsi makanan atau minuman terburu-buru, adanya disfungsi pada mekanisme pencernaan, hingga pengaruh dari konsumsi makanan yang kaya akan serat serta kondisi intoleransi terhadap laktosa.

Selain faktor tersebut, proses fermentasi dari jenis karbohidrat tertentu, seperti fruktosa, juga berperan besar dalam memicu timbulnya gas.

Zat fruktosa biasanya banyak terkandung di dalam pemanis seperti madu, sirup jagung, dan beberapa jenis buah-buahan, yang secara medis dikategorikan dalam kelompok karbohidrat.

Kaitan antara kentut yang berlebihan dengan penyakit tertentu juga patut diwaspadai, seperti kemungkinan adanya Sindrom Iritasi Usus Besar atau masalah penyerapan laktosa.

Apabila gangguan buang angin tersebut berlangsung secara menetap dan disertai dengan tanda-tanda klinis, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis.

Adapun tanda tandanya yaitu sebagai berikut:

•    Kondisi perut yang terus-menerus terasa kembung.

•    Munculnya rasa sakit atau nyeri pada area perut.

•    Aktivitas buang angin yang frekuensinya sangat tinggi dan tidak kunjung reda.

•    Mengalami rasa mual hingga muntah.

•    Terjangkit diare atau justru mengalami kesulitan buang air besar (sembelit).

•    Terjadinya penyusutan berat badan secara mendadak tanpa alasan yang pasti.

•    Merasakan sensasi terbakar atau mulas di area dada dan perut.

•    Ditemukannya bercak darah pada kotoran atau tinja saat buang air besar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#buang angin #perut kembung #kentut #gangguan pencernaan