Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tanpa Disadari, Makanan Ini Picu Brain Fog dan Turunkan Daya Ingat

M Robit Bilhaq • Minggu, 26 April 2026 | 12:33 WIB
Ilustrasi otak manusia. (JAWA POS)
Ilustrasi otak manusia. (JAWA POS)

RADARTUBAN - Beberapa jenis makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan otak. 

Otak merupakan pusat kendali tubuh yang membutuhkan asupan nutrisi tepat untuk menjaga fokus, ketajaman berpikir, serta daya ingat. 

Sayangnya, banyak produk pangan modern justru memicu peradangan saraf dan mengganggu metabolisme energi di otak.

Baca Juga: Inovator Meksiko Ciptakan Kulit Kaktus untuk Industri Fashion

Berikut adalah beberapa daftar makanan yang patut diwaspadai untuk menjaga fungsi kognitif tetap optimal:

Yoghurt Berperisa dan Jus Buah

Meskipun terlihat menyehatkan, keduanya sering kali mengandung kadar gula atau fruktosa yang sangat tinggi. 

Konsumsi gula berlebih dapat memicu resistensi insulin dan peradangan di otak yang berujung pada penurunan kemampuan memori serta konsentrasi.

Camilan Olahan dan Keripik Sayur

Produk seperti vegetable straws sering kali kehilangan nutrisi aslinya dan digoreng menggunakan minyak biji-bijian yang memicu inflamasi. 

Minyak yang teroksidasi dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan sistem saraf pusat.

Granola Bars dan Sereal Manis

Kedua menu sarapan populer ini biasanya telah melalui proses pabrikasi kompleks dengan tambahan gula rafinasi serta perisa buatan.

Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak stabil, sehingga otak kesulitan mempertahankan energi yang konsisten untuk bekerja.

Baca Juga: Sering Marah atau Sedih Saat Haid? Psikiatri Jelaskan Mengapa Hormon Bisa Mengambil Alih Kendali Otak Anda

Protein Shake dengan Pemanis Buatan

Zat seperti aspartam dalam minuman protein dapat mengganggu hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis). 

Gangguan ini sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati yang ekstrem dan penurunan fungsi kognitif.

Roti Gandum Utuh dan Karbohidrat Olahan

Roti dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan gula darah naik cepat, yang memicu fenomena brain fog atau kabut otak. 

Kondisi ini memberikan tekanan berlebih pada hippocampus, bagian otak yang krusial untuk proses belajar.

Daging Alternatif dan Margarin

Produk berbasis tumbuhan yang diproses secara berlebihan serta margarin kaya akan lemak trans.

Lemak ini mengganggu kerja membran sel otak, sehingga komunikasi antar sel saraf menjadi terhambat.

Ikan dengan Merkuri Tinggi

Ikan seperti ikan todak mengandung logam berat merkuri yang bersifat neurotoksik. 

Merkuri yang menumpuk di tubuh dapat menghancurkan sel-sel otak dan memicu gangguan memori jangka panjang.

Kentang Goreng

Selain tinggi kalori, kentang goreng mengandung akrilamida, senyawa berbahaya hasil penggorengan suhu tinggi yang dapat merusak jaringan saraf.

Untuk melindungi otak, sangat disarankan untuk kembali mengonsumsi makanan utuh (whole foods) seperti buah segar, kacang-kacangan alami, serta protein tanpa lemak trans. 

Kesadaran dalam memilih nutrisi adalah investasi terbaik untuk menjaga kecerdasan dan mencegah risiko penyakit degeneratif di masa depan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#brain fog #otak #daya ingat #makanan