RADARTUBAN - Adanya temuan mengenai ikan sapu-sapu yang diambil dari aliran Sungai Ciliwung dan diduga kuat diolah menjadi bahan pangan, termasuk siomay, telah memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Keresahan ini muncul mengingat ikan sapu-sapu memiliki reputasi sebagai mahluk yang mampu bertahan hidup di lingkungan perairan yang sangat kotor.
Oleh sebab itu, isu mengenai jaminan keamanan pangan pun menjadi perhatian serius yang terus meningkat belakangan ini.
Menghadapi situasi tersebut, menjadi hal yang sangat krusial bagi publik untuk memiliki pengetahuan tentang cara membedakan antara siomay yang terbuat dari ikan tenggiri yang lazim dikonsumsi dengan siomay yang menggunakan bahan ikan sapu-sapu.
Baca Juga: Buka Bisnis Siomay, Keluarga Syahrini Dituding Comot Foto Milik Chef Devina Tanpa Izin
Sejumlah pakar di bidang kuliner memberikan peringatan agar masyarakat lebih teliti dalam memperhatikan asal-usul bahan baku ikan sebelum memutuskan untuk menyantapnya.
Chef Stefu Santoso menegaskan bahwa jika ikan sapu-sapu tersebut berasal dari lingkungan yang tercemar sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsinya, hal tersebut dikarenakan sifat alaminya yang mengonsumsi lumut serta limbah kotoran.
Stefu menjelaskan bahwa karena ikan jenis ini terbiasa hidup di sungai dan memakan kotoran di sekitarnya, maka ia sangat tidak dianjurkan untuk dijadikan bahan makanan.
Guna menghindari kesalahan saat membeli, terdapat beberapa ciri fisik dan karakteristik yang dapat dijadikan sebagai acuan pembanding.
1. Warna
Siomay yang menggunakan bahan dasar ikan sapu-sapu umumnya memiliki tampilan yang cenderung lebih gelap atau berwarna keabu-abuan akibat dagingnya yang tampak kusam.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan siomay berbahan ikan tenggiri yang biasanya menampilkan warna putih bersih dan terlihat jauh lebih segar di mata.
2. Aroma
Produk siomay dari ikan sapu-sapu biasanya mengeluarkan bau amis yang jauh lebih menyengat dan tajam.
Sebaliknya, siomay yang menggunakan ikan tenggiri akan memberikan aroma gurih yang menggugah selera tanpa adanya bau yang menusuk hidung.
Baca Juga: Satpol PP Amankan 5 Pria Pengolah Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung
3. Tekstur dan cita rasa
Siomay ikan sapu-sapu akan terasa lebih keras atau alot saat digigit sehingga sulit untuk dikunyah, bahkan terkadang memberikan sensasi rasa pahit di lidah.
Hal ini tentu berbeda dengan siomay tenggiri yang memiliki tekstur kenyal namun tetap lembut saat dikunyah, serta menawarkan rasa gurih yang bersifat alami.
4. Harga
Nilai jual dapat menjadi petunjuk untuk mengenali jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan siomay.
Siomay berbahan ikan tenggiri murni biasanya dipasarkan dengan harga mulai dari sekitar Rp5.000 per butir atau bahkan lebih tinggi dari itu.
Jika Anda menemukan siomay yang dijual dengan harga yang tidak masuk akal atau terlalu murah, maka patut timbul kecurigaan terhadap jenis bahan baku yang dipakai oleh penjualnya.
Di tengah maraknya isu yang beredar ini, para konsumen sangat dianjurkan untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih jajanan di pinggir jalan.
Sangat disarankan untuk selalu membeli dari pedagang yang sudah memiliki reputasi terpercaya demi menghindari segala macam risiko kesehatan yang tidak diinginkan di masa depan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama