Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali Gejala Stroke Usia Muda: Muncul Mendadak, Jangan Tunda Ke Rumah Sakit!

Lailatul Khusna Febriyanti • Rabu, 29 April 2026 | 19:48 WIB
Ilustrasi remaja yang mengalami sakit kepala yang  berlebihan merupakan tanda awal gejala stroke. (pinterest.com)
Ilustrasi remaja yang mengalami sakit kepala yang berlebihan merupakan tanda awal gejala stroke. (pinterest.com)

RADARTUBAN – Stroke bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kaum lansia. Belakangan, tren penyakit mematikan ini mulai menghantui kelompok usia produktif atau anak muda.

Celakanya, banyak gejala awal yang sering disepelekan karena dianggap hanya kelelahan biasa atau pusing ringan. Padahal, kunci utama penanganan stroke adalah kecepatan.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di kanal Hidup Sehat tvOne, pakar kesehatan menegaskan bahwa ciri khas utama dari serangan stroke adalah kemunculannya yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak.

Hal ini seringkali mengejutkan penderita yang sebelumnya merasa sehat-sehat saja.

Baca Juga: Studi Ungkap Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Alami Stroke Dini

Waspada Gejala yang Muncul Tiba-Tiba

Gejala stroke sangat beragam, namun benang merahnya adalah sifatnya yang spontan.

Mulai dari sakit kepala hebat yang tidak tertahankan, kelemahan anggota gerak secara motorik, hingga kesulitan bicara atau mendadak pelo saat sedang mengobrol.

"Kata kunci dari stroke adalah muncul tiba-tiba alias mendadak. Kalau sakit kepala sudah satu pekan, belum tentu stroke. Tapi kalau tadi normal, tiba-tiba langsung sakit kepala hebat, itu yang harus dicurigai stroke," ujar dokter dalam tayangan tersebut.

Golden Period: Nyawa Berpacu dengan Waktu

Dalam dunia medis, dikenal istilah golden period atau periode emas, yakni waktu krusial di mana sel otak masih dalam kondisi "pingsan" dan belum mati total.

Untuk stroke jenis sumbatan, waktu emas ini hanya berkisar 4,5 jam sejak serangan muncul hingga pasien mendapatkan tindakan medis atau obat.

Keterlambatan membawa pasien ke rumah sakit bisa berakibat fatal. Pasien tidak disarankan melakukan tindakan sendiri di rumah, seperti menusuk jari dengan jarum.

"Tidak ada yang bisa dilakukan di rumah. Langsung bawa ke rumah sakit. Jangan ditusuk-tusuk, itu hoaks dan menyesatkan," tegas sang dokter.

Kisah Kang Aji: Berawal dari Aneurisma

Salah satu penyintas stroke, Kang Aji, membagikan pengalamannya yang sempat menunda ke rumah sakit hingga 12 jam.

Akibatnya, ia sempat mengalami muntah proyektil (muntah menyembur tanpa mual) di tengah jalan. Setelah dilakukan CT Scan, diketahui ia mengalami stroke pendarahan akibat aneurisma.

Aneurisma sendiri merupakan kelainan bawaan di mana dinding pembuluh darah menonjol seperti balon. Jika tekanan darah tidak terkontrol, "balon" ini bisa pecah sewaktu-waktu.

"Tangan kanan saya sekarang masih susah dibuka, sulit untuk terbuka (gejala sisa). Memang menghambat untuk mengerjakan sesuatu," aku Kang Aji menceritakan kondisi fisiknya saat ini.

Pentingnya Screening Sejak Remaja

Selain faktor genetik seperti aneurisma atau AVM (malformasi arterivena), faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah gaya hidup.

Hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, dan konsumsi alkohol menjadi pemicu utama yang harus dikendalikan.

Mengingat banyaknya faktor bawaan yang bersifat silent atau diam-diam seperti "bom waktu" di kepala, para pakar menyarankan agar generasi muda mulai melakukan screening kesehatan.

"Adakan screening untuk remaja melalui pemeriksaan MRA untuk melihat struktur pembuluh darahnya, sehingga jika ada kelainan bisa dicegah sejak dini," pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pusing ringan #anak muda #kelelahan #stroke