RADARTUBAN - Kondisi perut yang sering terasa penuh atau begah meski tidak makan banyak seringkali dianggap sepele.
Padahal, perut buncit yang disertai rasa cepat lelah dan kantuk bisa menjadi sinyal bahwa usus sedang kotor akibat penumpukan sisa makanan yang membusuk.
Dokter sekaligus health vlogger, dr. Saddam Ismail, menjelaskan bahwa sisa makanan yang menumpuk lama di usus dapat menghasilkan racun yang menyebar ke seluruh tubuh.
Untuk mengatasinya, ia menyarankan konsumsi makanan berserat tinggi sebagai langkah detoksifikasi alami.
“Sisa makanan yang menumpuk lama di usus akan membusuk. Pembusukan inilah yang menghasilkan racun yang menyebar ke seluruh tubuh kamu” tutur dr. Saddam Ismail dalam unggahan video di kanal YouTube pribadinya.
Berikut rangkuman makanan yang efektif menyapu kotoran di usus:
Sayuran Hijau: Sikat Alami Dinding Usus
Sayuran seperti bayam dan brokoli bertindak sebagai sapu alami. Kandungan serat tidak larutnya tidak hancur oleh asam lambung, sehingga saat mencapai usus besar, serat ini bekerja layaknya sikat yang menggosok kotoran keras dan lemak yang menempel di dinding usus.
Apel: Pengikat Racun dengan Gel Pektin
Mengonsumsi apel sebaiknya dilakukan bersama kulitnya. Apel memiliki senjata rahasia bernama pektin, sejenis serat larut yang akan berubah menjadi gel di dalam usus.
Gel ini berfungsi mengikat kolesterol jahat dan racun sisa metabolisme untuk dibuang keluar tubuh.
Biji Chia: Pengolah Feses yang Efektif
Chia seed atau biji chia memiliki kemampuan menyerap air dan membentuk lapisan jeli.
Jeli ini bersifat lembut dan mampu menenangkan dinding usus yang meradang, sekaligus mengumpulkan kotoran cair untuk diubah menjadi feses yang lebih padat namun mudah dikeluarkan.
Baca Juga: Kanker Usus di Usia Muda Kian Marak, Benarkah Konsumsi Pangan Ultra-Proses Jadi Penyebab Utama?
Oatmeal: Nutrisi bagi Bakteri Baik
Berbeda dengan roti putih yang minim serat, oatmeal mengandung beta-glucan. Selain membantu memadatkan kotoran, serat ini menjadi sumber makanan utama bagi bakteri baik di usus.
Dengan populasi bakteri baik yang terjaga, masalah perut kembung dan gangguan pencernaan dapat diminimalisir.
Pepaya: Penghancur Sisa Protein
Dikenal sebagai buah legendaris untuk pencernaan, pepaya mengandung enzim papain.
Enzim ini secara khusus memecah sisa protein yang sulit dicerna agar tidak membusuk di saluran cerna. Kadar airnya yang tinggi juga secara instan melunakkan kotoran yang keras.
Di akhir penjelasannya, dr. Saddam mengingatkan agar rutin meminum air putih minimal 8 gelas sehari.
Hal ini krusial karena tanpa asupan cairan yang cukup, serat yang dikonsumsi justru berisiko mengeras dan memicu sembelit parah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni