RADARTUBAN - Banyak anggapan muncul menyatakan bahwa aktivitas pagi hari sebagai rutinitas biasa, seperti bangun tidur, minum kopi, lalu bergegas berangkat kerja.
Namun, dr. Jeremi menjelaskan bahwa terdapat beberapa kebiasaan pagi yang dianggap normal tetapi malah merusak fungsi ginjal dengan perlahan.
Berikut ini adalah 4 kebiasaan pagi hari yang tanpa sadar sering dilakukan dan berdampak buruk bagi kesehatan ginjal:
1. Kurang minum air putih
Tubuh kehilangan cairan melalui napas dan keringat saat seseorang tertidur, sehingga saat bangun darah menjadi lebih pekat.
Baca Juga: Kebiasaan Sepele yang Bikin Kesan Pertama Jadi Buruk, Nomor 2 Sering Tak Disadari
Beban kerja ginjal untuk menyaring darah menjadi lebih berat, jika tidak segera minum air putih.
Cukup satu gelas air putih setelah bangun tidur untuk memenuhi kebutuhan dasar ginjal.
2. Menahan buang air kecil
Bangun tidur yang terlambat biasanya menyebabkan seseorang menahan kencing karena terburu-buru berangkat kantor.
Padahal, menahan kencing dapat meningkatkan tekanan pada saluran kemih dan risiko infeksi.
Jika infeksi naik hingga ke ginjal, kerusakan fungsi ginjal dapat terjadi secara permanen.
3. Kebanyakan minuman manis
Mengganti air putih dengan minuman manis seperti teh manis, kopi gula aren, atau minuman energi saat sarapan dapat meningkatkan risiko diabetes.
Diabetes adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal.
Kelebihan gula memberikan beban tambahan yang tidak efektif bagi proses filtrasi ginjal.
Baca Juga: Vokalis Band Element Lucky Widja Tutup Usia, Sempat Berjuang Melawan TBC Ginjal Sejak 2022
4. Minum jamu sembarangan
Di pagi hari tak sedikit orang yang mengkonsumsi obat atau jamu tertentu, dengan anggapan tubuh menjadi lebih sehat.
Namun, tidak semua zat herbal atau obat aman bagi ginjal jika diminum tanpa kebutuhan medis yang jelas.
Tugas ginjal yaitu menyaring sisa metabolisme obat, sehingga konsumsi sembarangan akan mempercepat kerusakan organ tersebut.
Ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala nyeri atau sinyal rusak sampai fungsinya menurun sangat drastis.
Saat ginjal rusak parah biasanya baru akan muncul saat kencing mulai berbusa, tubuh mudah lelah, atau terjadi pembengkakan.
Pencegahan melalui kebiasaan kecil seperti rutin minum air putih dan tidak menahan kencing jauh lebih berharga dibandingkan dengan pengobatan setelah ginjal rusak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni