Kegiatan kolaborasi dr. Ratna Ernawati dengan Event Organizer Castle ini menjadi wadah untuk lebih mengenali diri sendiri secara emosi.
Co Founder Srawung Sasmita, Beryl Anargya menyampaikan, kegiatan semacam pemulihan batin ini merupakan yang pertama di Tuban. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenali diri sendiri secara lebih dalam dari sisi emosi. Sebab, tidak sedikit orang yang memilih melupakan perasaannya sendiri daripada meluapkannya.
‘’Kita ingin mengenalkan wellness kepada masyarakat Tuban bahwa sebenarnya kita perlu mengenali diri sendiri. Kita perlu untuk memahami perasaan sendiri, karena pada dasarnya semua perasaan itu valid,” katanya.
Baca Juga: Muslimah Prenatal Yoga, Komitmen RS Muhammadiyah Tuban Matangkan Kesiapan Fisik dan Mental Ibu Hamil
Beyrl mengatakan, banyak orang terbiasa menekan perasaan demi tuntutan pekerjaan maupun rutinitas sehari-hari. Padahal, emosi yang terus diabaikan dapat menumpuk dan memengaruhi kondisi mental seseorang. Itulah tujuan Srawung Sasmita hadir menjadi ruang bersama untuk mengingatkan bahwa setiap rasa yang muncul dalam diri seseorang layak diterima, bukan disangkal.
‘’Ini juga merupakan salah satu terapi psikologis, mengingat banyak orang selalu memendam perasaannya. Mereka berpikir bahwa dengan seiring berjalannya waktu lukanya akan hilang. Padahal tidak, dan itu tanpa disadari akan berdampak pada fisik dan mental kita,” ujarnya.
Founder EO Castle, Udaimatun Nur Farahin menambahkan, kegiatan ini juga bisa menjadi ruang bagi siapa aja yang masih berjuang memahami luka batin diri sendiri. Pasalnya, tak banyak orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan apa yang tengah dirasakan. Terlebih, di Kabupaten Tuban sendiri belum ada kegiatan yang mengusung tentang kesadaran mengenai wellness itu sendiri.
‘’Srawung Sasmita adalah tempat bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan secara psikologis. Di sini mereka bisa meluapkan perasaan yang tengah mereka rasakan, karena ternyata tidak semua orang memiliki tempat untuk mencurahkan perasaannya,” jelasnya.
Sementara itu, praktisi wellness, Padma Adhi Sanjaya mengapresiasi kegiatan yang meditasi yang diinisiasi Srawung Sasmita. Menurutnya, Srawung Sasmita adalah ruang bagi siapa pun untuk bisa mencintai, merawat, dan menyayangi diri sendiri, serta bertumbuh dalam setiap proses kehidupan yang dijalani.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta. Tidak ada penilaian ataupun penghakiman terhadap cerita yang disampaikan selama sesi berlangsung.
‘’Di tempat ini kita tidak memberikan judgement apa pun. Semua kisah dan cerita itu valid untuk didengarkan, semua rasa kita beri ruang. Jadi, pesertanya menjadi aman dan nyaman ketika mengutarakan isi rasa yang mereka rasakan yang selama ini terpendam,” ungkapnya.
Renita Ardiyanti, 31, salah satu peserta Srawung Sasmita menyampaikan, kegiatan kebugaran mental di Srawung Sasmita ini mampu membuat perasaannya lebih tenang dari sebelumnya. Meski dirinya merasa tidak memiliki luka batin, tapi setelah menjalani sesi meditasi dan perenungan, dirinya merasa lebih tenang.
‘’Jujur saja, saya kira selama ini saya tidak memiliki luka batin. Namun, usai melakukan perenungan dan meditasi, akhirnya saya sadar bahwa banyak perasaan yang tak pernah saya sadari sebelumnya. Selain itu, setelah kegiatan Srawung Sasmita saya merasa bisa lebih happy dan tenang,’’ ungkap dia. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama