Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Riset Ungkap Jus Jambu Biji Bantu Penyerapan Zat Besi Lebih Optimal

Amaliya Syafithri • Minggu, 31 Mei 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi jambu biji. (RADAR TUBAN)
Ilustrasi jambu biji. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Sebuah riset kesehatan terbaru mengungkapkan fakta menarik mengenai efektivitas penyerapan nutrisi dalam tubuh. 

Para ilmuwan menemukan bahwa mengonsumsi jus jambu biji, khususnya varian jambu biji merah, secara rutin mampu membuat suplemen zat besi bekerja dengan jauh lebih baik dan optimal. 

Kombinasi alami ini menjadi kabar baik bagi dunia medis, khususnya dalam penanganan kasus anemia atau kekurangan sel darah merah yang sering dialami oleh masyarakat.

Baca Juga: Waspada! 22 Obat Herbal Tercemar Zat Kimia Berbahaya, BPOM Buka Suara

Zat besi yang berasal dari suplemen atau tablet Fe (ferrum) sebenarnya membutuhkan zat asam dan vitamin pendukung agar bisa diserap secara sempurna oleh sistem pencernaan manusia. 

Jambu biji dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C dan folat yang sangat melimpah. 

Vitamin C tingkat tinggi inilah yang bertindak sebagai stimulator utama dalam mengikat zat besi di dalam usus, kemudian mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah diedarkan oleh darah ke seluruh jaringan tubuh.

Dalam sebuah uji klinis, pasien anemia yang mengonsumsi tablet zat besi diiringi dengan segelas jus jambu biji alami menunjukkan grafik kenaikan kadar hemoglobin (Hb) yang jauh lebih signifikan dibandingkan mereka yang hanya meminum suplemen dengan air putih biasa. 

Kenaikan hemoglobin ini sangat krusial untuk mengatasi gejala tubuh lemas, pusing, dan kurang bertenaga. 

Sinergi antara nutrisi buah dan suplemen ini terbukti mempercepat proses pemulihan sel darah.

Para ahli menyarankan agar jus jambu biji dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebih agar kemurnian vitamin C di dalamnya tetap terjaga. 

Konsumsi sebaiknya dilakukan sesaat setelah suplemen zat besi diminum untuk memastikan penyerapan terjadi secara bersamaan di dalam tubuh. 

Penemuan ini diharapkan dapat menjadi terapi pendamping yang murah, alami, dan sangat efektif bagi para penderita defisiensi zat besi di seluruh dunia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jambu biji #vitamin c #obat