RADARTUBAN - Kubis atau kol yang selama ini lazim dikenal masyarakat sebagai bahan dasar sayuran atau lalapan, ternyata memiliki fungsi terapeutik yang sangat luar biasa bagi kesehatan tubuh.
Berdasarkan hasil studi klinis terbaru, metode pengobatan tradisional dengan cara mengompres area lutut menggunakan lembaran daun kubis segar terbukti mampu membantu mengurangi rasa nyeri hebat serta pembengkakan sendi secara signifikan.
Penemuan ini menjadi angin segar bagi para penderita radang sendi atau osteoarthritis yang mencari alternatif terapi pendamping yang alami, ekonomis, serta minim efek samping.
Efektivitas dari terapi alami ini berasal dari kandungan zat aktif yang sangat kaya di dalam daun kubis.
Baca Juga: Film Animasi KPop Demon Hunters Masuk Koleksi Kriteria Eksklusif
Secara ilmiah, sayuran dari keluarga Brassicaceae ini mengandung senyawa sulfur alami, asam amino glutamin, serta zat metionin yang bekerja aktif sebagai agen anti-inflamasi alami.
Ketika lembaran kubis segar bersentuhan langsung dengan kulit, senyawa-senyawa berkhasiat tersebut akan terserap secara perlahan dan membantu memperlebar pembuluh darah kapiler (vasodilatasi).
Proses ini secara otomatis melancarkan aliran darah di sekitar sendi, meredakan ketegangan otot yang kaku, serta mempercepat proses pemulihan jaringan ikat yang meradang.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, prosedur pengompresan ini disarankan menggunakan daun kubis yang telah didinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es selama kurang lebih 20 hingga 30 menit.
Suhu dingin berpadu dengan kandungan fitokimia kubis akan memberikan efek mati rasa alami (analgesik) pada area lutut yang sakit.
Lakukan pengompresan secara rutin selama 20 menit sebanyak dua hingga tiga kali sehari.
Metode ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan mobilitas serta kenyamanan fisik para lansia maupun atlet tanpa ketergantungan penuh pada obat-obatan pereda nyeri kimiawi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni