RADARTUBAN - Indonesia kembali menjadi pasar terbesar bagi industri wisata medis Malaysia. Sepanjang 2025, hampir satu juta warga Indonesia tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia untuk mendapatkan layanan kesehatan, dengan kontribusi ekonomi mencapai sekitar RM 2,2 miliar atau lebih dari Rp 9 triliun.
Data tersebut disampaikan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) dalam ajang Malaysia Fair 2026 yang digelar di Gandaria City, Jakarta, pada 4-7 Juni 2026.
Chief Executive Officer MHTC, Suriaghandi Suppiah, mengatakan Indonesia masih menjadi pasar paling penting bagi sektor wisata medis Malaysia. Menurutnya, kontribusi pasien Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.
"Sepanjang tahun 2025, Indonesia menyumbang sekitar RM 2,2 miliar terhadap pendapatan wisata medis Malaysia, mencatat pertumbuhan 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berkontribusi hampir 66 persen terhadap total pendapatan industri wisata medis Malaysia," ujar Suriaghandi kepada wartawan, Jumat (5/6).
Baca Juga: Mulai 1 Juni, Malaysia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Media Sosial
Selain nilai ekonomi yang besar, jumlah pasien asal Indonesia yang mencari layanan kesehatan di Malaysia juga mengalami peningkatan. Sepanjang tahun lalu, lebih dari 970 ribu warga Indonesia tercatat berobat ke berbagai fasilitas kesehatan di negara tersebut.
Indonesia Jadi Penyumbang Terbesar Wisata Medis Malaysia
Tingginya jumlah pasien dari Indonesia dinilai mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan yang ditawarkan Malaysia.
Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, menyebut jumlah wisatawan kesehatan asal Indonesia meningkat 23 persen dibandingkan periode sebelumnya.
"Kami berterima kasih kepada saudara-saudara kami dari Indonesia karena terus memilih Malaysia sebagai destinasi pelancongan kesehatan. Pada tahun lalu terdapat 970 ribu pelancong kesehatan dari Indonesia," kata Farzamie.
Ia menilai kepercayaan tersebut didukung oleh kombinasi layanan medis berstandar internasional, fasilitas kesehatan modern, serta pelayanan yang dinilai ramah dan nyaman bagi pasien.
Layanan Kanker hingga Jantung Banyak Dicari Pasien Indonesia
Berdasarkan data MHTC, sejumlah layanan kesehatan yang paling diminati pasien Indonesia meliputi pemeriksaan kesehatan atau medical check-up, gastroenterologi, pengobatan kanker, endokrinologi, kardiologi, hingga bedah ortopedi.
Permintaan yang tinggi terhadap layanan spesialis tersebut semakin memperkuat posisi Malaysia sebagai salah satu destinasi wisata medis utama di kawasan Asia Tenggara.
Suriaghandi mengatakan Malaysia Fair 2026 menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan kesehatan Malaysia secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.
"Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan Malaysia yang terpercaya kepada masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi pilihan untuk layanan kesehatan berkualitas internasional, pelayanan yang penuh empati, dan pengalaman pasien yang menyeluruh," ujarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni