RADARTUBAN - Buah nangka merupakan salah satu buah tropis yang sangat populer di Indonesia karena rasanya yang manis dan aromanya yang khas.
Namun, saat mengonsumsi buah ini, mayoritas masyarakat hanya berfokus pada daging buahnya saja dan langsung membuang bagian bijinya begitu saja.
Padahal, lewat pengolahan yang tepat seperti direbus, bagian biji yang kerap dianggap limbah ini dapat bertransformasi menjadi sumber protein nabati yang sangat melimpah dan menyehatkan tubuh.
Secara karakteristik nutrisi, biji nangka atau yang sering disebut "beton" oleh masyarakat Jawa, menyimpan segudang manfaat tersembunyi yang belum banyak disadari.
Selain kaya akan karbohidrat kompleks sebagai penyuplai energi harian, biji nangka rebus memiliki kandungan protein tinggi yang sangat baik untuk mendukung pemulihan sel-sel otot yang rusak pasca beraktivitas berat.
Kandungan ini menjadikannya alternatif camilan sehat yang murah meriah, terutama bagi mereka yang tengah menjalani program diet atau pembentukan tubuh.
Tidak hanya sebatas protein, biji nangka juga dipenuhi oleh serat pangan terlarut.
Serat ini memiliki peranan krusial dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan, mencegah datangnya sembelit, serta memberi efek rasa kenyang yang bertahan lebih lama di dalam perut.
Teksturnya yang gurih dan empuk mirip kacang kastanya setelah direbus matang membuat bahan makanan alami ini sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di waktu senggang tanpa takut kalori melonjak.
Mengurangi kebiasaan membuang makanan dan mulai mengoptimalkan pemanfaatan biji nangka adalah langkah kecil yang berdampak besar.
Dengan merebusnya menggunakan sedikit garam, kita tidak hanya mendapatkan asupan gizi makro yang seimbang secara ekonomis, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi tumpukan sampah organik di lingkungan sekitar.
Mulai sekarang, saat mengupas buah nangka, kumpulkan bijinya untuk diolah menjadi hidangan fungsional kaya nutrisi demi menunjang kebugaran tubuh jangka panjang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni