Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cuaca Panas dan Risiko Dehidrasi, Ini yang Perlu Diperhatikan

M. Afiqul Adib • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:00 WIB
fenomena suhu yang semakin panas, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. (Weiqi Xiong on Unsplash)
fenomena suhu yang semakin panas, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. (Weiqi Xiong on Unsplash)

RADARTUBAN - Mengapa suhu terasa semakin panas? Perubahan iklim global, urbanisasi, dan berkurangnya ruang hijau membuat udara di sekitar kita semakin gerah.

Panas yang dulu hanya terasa di siang hari kini bisa bertahan hingga malam, membuat tubuh lebih cepat lelah.

Dampak cuaca panas terhadap aktivitas sehari-hari cukup signifikan. Konsentrasi menurun, produktivitas berkurang, bahkan risiko kesehatan meningkat.

Orang yang bekerja di luar ruangan lebih rentan mengalami kelelahan, sementara mereka yang beraktivitas di dalam ruangan pun tetap merasakan efeknya.

Pentingnya menjaga kebutuhan cairan tubuh tidak bisa diabaikan. Minum air putih secara teratur adalah langkah sederhana namun vital.

Baca Juga: Musim Bediding Segera Datang, Suhu Malam di Jawa dan Bali Mulai Menurun

Dehidrasi bisa datang tanpa disadari, ditandai dengan pusing, mulut kering, atau tubuh terasa lemas. Membawa botol minum ke mana pun pergi menjadi kebiasaan kecil yang menyelamatkan.

Selain itu, mengatur aktivitas di luar ruangan juga penting. Jika memungkinkan, hindari keluar rumah pada jam-jam terpanas, biasanya antara pukul 11 siang hingga 3 sore. Aktivitas olahraga bisa dipindahkan ke pagi atau sore hari agar tubuh tidak terlalu terbebani.

Menjaga kondisi rumah tetap nyaman bisa dilakukan dengan cara sederhana: membuka ventilasi, menggunakan kipas angin, atau menanam tanaman di sekitar rumah.

Tirai atau gorden juga membantu mengurangi panas yang masuk. Rumah yang sejuk memberi ruang istirahat yang lebih berkualitas.

Mengenali tanda-tanda tubuh mengalami dehidrasi adalah langkah pencegahan. Jangan tunggu sampai haus, karena rasa haus adalah tanda tubuh sudah kekurangan cairan. Perhatikan warna urine, jika terlalu pekat berarti tubuh butuh lebih banyak air.

Akhirnya, menyesuaikan gaya hidup dengan perubahan cuaca menjadi kunci. Mengurangi konsumsi makanan berat, memperbanyak buah segar, mengenakan pakaian yang ringan, serta memberi waktu istirahat cukup adalah cara sederhana untuk tetap sehat di tengah cuaca panas.

Cuaca yang makin panas memang tidak bisa dihindari, tetapi kita bisa beradaptasi. Dengan langkah-langkah kecil, tubuh tetap terjaga, aktivitas berjalan lancar, dan hidup terasa lebih nyaman meski suhu terus meningkat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#suhu ekstrem #dehidrasi #panas #iklim global