Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

UNAIDS Soroti 570 Ribu Kasus HIV di Indonesia, Tantangan Pengendalian Masih Berat

Amaliya Syafithri • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:14 WIB
Kasus HIV anak dan remaja dorong evaluasi layanan kesehatan dasar.
Kasus HIV anak dan remaja dorong evaluasi layanan kesehatan dasar.

RADARTUBAN - Laporan terbaru yang dirilis oleh badan PBB untuk penanganan HIV/AIDS, UNAIDS, menunjukkan data yang cukup memprihatinkan mengenai perkembangan kesehatan seksual di tanah air. 

Jumlah Orang yang Hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia diperkirakan telah mencapai angka kisaran 570.000 jiwa. 

Angka akumulatif yang sangat besar ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban kasus HIV tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dimana mayoritas penderita dilaporkan berada pada kelompok usia produktif dan didominasi oleh populasi laki-laki dewasa.

Baca Juga: 75 Kasus HIV pada Anak Masih Ditemukan di Jatim hingga Oktober 2025

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir sempat dilaporkan adanya tren penurunan pada temuan kasus infeksi baru di beberapa wilayah, proses penanganan epidemi ini dinilai masih menghadapi hambatan yang sangat kompleks. 

Salah satu isu utama yang disoroti oleh para pakar kesehatan adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes kesehatan sejak dini. 

Dari total estimasi kasus yang ada, baru sebagian penderita yang mengetahui status kesehatannya secara pasti, sementara sisanya diperkirakan belum terdeteksi sistem informasi kesehatan nasional akibat kuatnya stigma sosial buruk yang melekat pada penyakit ini.

Stigma negatif dan diskriminasi yang masih berkembang subur di tengah lingkungan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat banyak orang enggan memeriksakan diri atau enggan melanjutkan pengobatan terapi antiretroviral (ARV). 

Padahal, deteksi dini sangat krusial untuk mencegah perkembangan virus menjadi fase AIDS dan menekan angka kematian tahunan yang dipicu oleh infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TB). 

UNAIDS bersama Kementerian Kesehatan terus mendorong perluasan akses layanan tes gratis dan pengobatan yang inklusif tanpa diskriminasi, guna memutus mata rantai penularan dan mencapai target eliminasi HIV pada masa mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#UNAIDS #ODHIV #hiv #kesehatan seksual #aids